JAKARTA – Badan Pangan Na­si­onal (Bapanas) mencatat harga ayam dan telur di tingkat peternak kembali naik karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berakhirnya Bulan Suro (bu­lan pertama kalender Jawa).

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Na­sional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menilai dengan be­rak­hir­nya Bulan Suro dan berjalannya kem­bali MBG yang sempat ter­hen­ti saat libur sekolah, per­min­ta­an kedua komoditas tersebut mulai pulih.

“Kalau dari data kami, dan ka­mi nanya juga teman-teman pe­ter­nak, relatif sudah mulai me­ra­ng­kak. Jadi MBG tentu ada pe­ng­aruhnya. Kemudian se­be­nar­nya bulan Suro itu juga pengaruh besar,” ujar Ketut saat ditemui di kantor Kementerian K­o­or­di­na­tor Bidang Perekonomian, Ja­karta Pusat.

Kemudian, ia menjelaskan se­lama Suro permintaan ayam dan telur cenderung menurun ka­re­na kegiatan hajatan (nikah) be­ru­rang. Dengan begitu, harga ke­dua komoditas tersebut me­nu­run di tingkat peternak.

Namun, ketika periode ter­sebut berakhir bersamaan dengan prog­ram MBG yang telah di­mu­lai kembali, maka permintaan kem­bali meningkat.

“Karena bulan kemarin itu re­latif bulan Suro, sehingga aca­ra-acara mantenan dan lain se­ba­gainya kan terhenti, sehingga per­mintaan terkait dengan ayam dan telur itu relatif menurun, se­hi­ngga harga terdepresiasi,” jelas Ketut.

“Nah, dengan melewati bu­lan Suro, sekaligus juga mulai ma­suk anak sekolah, MBG su­dah mulai, ini (harga di tingkat pe­ternak) merangkak, sudah mu­lai bagus,” lanjutnya.

Ketut menyebutkan saat ini har­ga telur di tingkat peternak se­kitar Rp20 ribu-Rp21 ribu per kg, sedangkan harga ayam s­e­ki­tar Rp19 ribu-Rp20 ribu per kg.

“Sekarang ayam sekitar Rp19-20 ribu. Hampir mirip-mi­rip. Tapi sekali lagi dengan mu­lai­nya MBG, kemudian melati bu­lan Suro, ini krusial banget, cu­man di Jawa. Nah karena ini su­dah dilewati, tentu harga akan mu­lai terkoreksi positif bagi pe­ter­nak kita,” pungkas Ketut. cnn/mb06