JAKARTA – Direktur Jendera Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaiman mengungkapkan tabung compressed natural gas (CNG) dengan nama Tabung Merah Putih tengah disiapkan sebagai pengganti LPG 3 kilogram (kg) atau Gas Melon.
Laode mengatakan penamaan tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri EM Bahlil Lahadalia sebagai identitas tabung CNG untuk rumah tangga. “Pak Menteri kan kemarin ngomong namanya Tabung Merah Putih,” ujar Laode ditemui.
Ia menjelaskan prootipe tabung CNG akan mulai dibuat pada Juli 2026. Sebanyak belasan unit disiapkan untuk menjalani serangkaian pengujian di Lemigas. “Jadi Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji. Jadi diuji tuh belasan lah, mungkin seitar 15,” katanya.
Laode mengatakan kapasitas tabung tersebut setara dengan LPG 3 kilogram. Seluruh prototipe saat ini masih didatangkan dari China.
Menurutnya, tabung CNG menggunakan material komposit dengan teknologi tipe empat sehingga bobotnya jauh lebih ringan dibanding tabung logam konvensional. Ia menjelakan pengujian akan difokuskan pada aspek keselamatan, mulai dari ketahanan tekanan hingga sistem valve yang menyatu dengan tabung.
“Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti enggak merasa, oh ini kok penggantinya berat. Kita uji di Lemigas. Yang paling penting safety dari valve dan tabungny seperti apa,” jelas Laode.
Meski menggunakan teknologi baru, pemerintah memastikan harga jual tabung CNG nantinya disamakan dengan LPG 3 kilogram. Dengan skema tersebut, subsidi energi diperkirakan tetap dapat ditekan hingga sekitar 30 persen.
“Sama, sama harganya (LPG 3Kg). Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen,” imbuhnya.
Ke depan, pemerintah juga membuka peluang pembangunan pabrik tabung CNG di ndonesia apabila kebutuhan sudah meningkat. Sementara implementasi program akan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah dengan pasokan gas yang telah disiapkan bersama SKK Migas.
“Ada peluang untuk itu (pembangunan pabrik di RI). Kalau jumlahnya masif kan kita puny bargaining untuk minta mereka bangun di sini,” pungkasnya. cnn/mb06
