Tarif Air Dipastikan Tidak Naik
BANJARMASIN – PT Air Minum Bandarmasih mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025. Perusahaan daerah penyedia air minum milik Pemko Banjarmasin ini berhasil mendapatkan peningkatan laba, mempertahankan kondisi keuangan yang Baik serta Sehat.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025 yang diaudit Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan dan rekan berdasar SAK-EP PAM Bandarmasih meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“PAM Bandarmasih mempertahankan opini WTP yang telah diraih selama 25 tahun berturut-turut sejak tin 2001,” ujar Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Zulbadi usai Exspose Laporan Keuangan dan Hasil Kinerja PAM Bandarmasih tahun 2024-2025, di aula kantor pusat PAM Bandarmasih, Selasa (30/6).
Ia menyampaikan laporan keuangan dan kinerja 2025 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat, pemangku kepentingan, dan pemilik perusahaan.
“Kinerja perusahaan secara umum baik. Laba meningkat tahun ini mencapai Rp 50,4 miliar tahun 2025 dan kondisi perusahaan baik dan sehat,” katanya.
Meski mencatatkan kinerja positif, perusahaan memastikan tarif air tidak mengalami kenaikan. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan terlebih dahulu.
“Belum ada rencana kenaikan tarif karena kami berkomitmen memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Kami akui masih ada wilayah yang belum terlayani air selama 24 jam. Ini akan menjadi prioritas untuk dipenuhi terlebih dahulu,” katanya.
Zulbadi mengatakan, tahun ini pihaknya fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan perluasan layanan kepada masyarakat.
Ada tujuh prioritas pekerjaan yang dilakukan tahun ini, di antaranya pergantian pipa tua mulai dari AYani KM 1 hingga Mayjen Sutoyo S untuk perbaikan jaringan di wilayah Banjarmasin Barat. Selanjutnya kawasan Pandan Sari menuju Teluk Tiram, pipa di S. Parman, Kayu Tangi sebelah kiri hingga Alalak untuk wilayah Banjarmasin Utara.
“Selama ini distribusi air untuk wilayah ujung tidak bisa 24 jam, itu karena usia pipa jaringan yang tua sehingga sangat berdampak jika meningkatkan tekanan air,” jelasnya.
Karena itu, tahun ini PAM Bandarmasih fokus pada perbaikan jaringan dan peningkatan kualitas air bersih ke pelanggan tersebut. “Komitmen dan target kami menjadikan daerah ujung yang belum dapat air selama 24 jam,” katanya.
Selain perbaikan perpipaan, dilakukan juga pemeliharaan air baku dari hulu ke hilir.
Ketua Dewan Komisaris PAM Bandarmasih, H Edy Wibowo, menambahkan peningkatan pelayanan di Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara perlu menjadi prioritas karena kondisi jaringan pipa yang sudah tua serta tingginya kepadatan penduduk.
“Komitmen kami seluruh masyarakat dapat terlayani dengan baik dan distribusi air menjadi semakin lancar,” ujarnya.
Ia memastikan program peningkatan pelayanan tersebut tidak akan diikuti dengan kenaikan tarif air kepada pelanggan.
Selain meningkatkan pelayanan, PAM Bandarmasih juga terus berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui penyetoran dividen kepada Pemerintah Kota Banjarmasin serta memenuhi kewajiban perpajakan secara tertib dan tepat waktu. via
