RANTAU – Ketua TP PKK Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani membuka penyuluhan pangan sekaligus festival pangan lokal beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) yang digelar TP PKK bekerjasama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapin, Selasa (30/6).
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Tapin Fitrie Mutiara Tiningrum SE MM mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk pemanfaatan pangan lokal yang dapat di olah menjadi hidangan menarik, lezat, terjangkau dan sehat, serta sesuai dengan konsep B2SA.
Selain itu, juga untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pangan lokal agar lebih mudah diterima dan disukai berbagai kalangan, serta meningkatkan kesadaran pemahaman dan pengetahuan masyarakat khususnya kader ketahanan pangan tentang pentingnya penerapan pola konsumsi pangan B2SA, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif produktif, bergizi baik, serta berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting.
Sementara, Ketua TP PKK Hj Faridah Yamani berharap agar kegiatan ini mendapatkan sambutan dan antusiasme dari para peserta, serta mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat Bumi Ruhui Rahayu.
“Keanekaragaman konsumsi pangan merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal yang beragam, serta penerapan pola konsumsi pangan B2SA,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Tapin memiliki beragam potensi pangan lokal yang sangat melimpah dan bernilai gizi tinggi apabila dikelola dan diolah dengan baik. Pangan lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga dapat meningkatkan nilai tambah produk mendukung perekonomian masyarakat, serta mengurangi ketergantungan terhadap pangan tertentu, khusus beras.
Faridah Yamani menambahkan, kemampuan pengolahan pangan lokal menjadi aneka hidangan yang menarik lezat bergizi dan disukai di seluruh anggota keluarga menjadi hal yang sangat penting untuk terus dikembangkan.
“Penerapan pola konsumsi pangan B2SA juga merupakan salah satu langkah nyata dalam membangun keluarga yang sehat, aktif, produktif, dan bergizi baik, sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting,” pungkasnya. her
