BANJARMASIN – Warga yang berada di pesisir Sungai Martapura tepat di RT 2, Jalan Veteran, Sei Gardu Km 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin dibuat was was, Pasalnya, Jalan Provinsi penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar tersebut longsor sedalam dua meter.

Ada yang menduga akibat tergerus air sungai ada juga yang menduga jalan tak kuat menahan beban, karena sering dilewati mobil dengan tonase melebihi kapasitas.

“Bila malam hari, ada sejumlah mobil dengan tonase besar bermuatan barang melintasi jalan ini,” sesal warga sekitar yang minta namanya tidak di ekspose.

Jalan provinsi penghubung kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar sekarang ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Tampak jalan longsor sedalam 2 meter, sejauh hampir 30 meter, Rabu (15/7) sejak pukul 02.00 Wita.

Salah satu pemilik tuko busana airbus yang jalan depan tokonya amblas sedalam dua meter, Sabriansyah (52) hanya bisa pasrah,

dan terpaksa mengungsi.

“Dikasih tahu warga, jalan depan toko pakaian amblas, ya semua pakaian untuk dijual dibawa ke tempat aman, pas kejadian lagi menginap di rumha mertua,” ucap Sabriansyah sembari memasukkan pakaian jualan ke dalam tas.

Saat ini Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Polisi lalulintas melakukan pengamanan jalan untuk memudahkan masyarakat melintas dan untuk sementara jalan Sungai Lulut menuju Jalan Sungai Tabuk atau jalan keluar menuju KM 6 Banjarmasin.

“Kita menghimbau untuk kendaraan R4 dan R6 ke atas diarahkan dari arah Km 6 masuk ke Jalan Sungai Gardu, tidak melewati jalur tersebut karena terjadi jalan amblas (putus) diduga akibat erosi,” ucap AKP Embang Pramono (Kasat Lantas Poltaresta Banjarmasin saat di lokasi jalan amblas sesalam dua meter.

Dipaparkannya, pengguna jalan untuk mobil atau truk, karena tidak bisa dilewati R4 dan R6 hanya bisa di lewati R2, karena jalan putus akibat longsor. “Silakan R6 dan R4 cari jalan alternative lain,” pungkas AKP Embang Pramono.

Selain Polantas dan dishub, terlihat juga petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, dipimpin Kasi Jalan, Hamda, yang turut memeriksa jalan yang amblas.

Hamda memastikan siang ini mereka baru memeriksa jalan yang amblas dan belum mengarah ke penyebab ablasnya jalan.

Warga sekitar mengatakan pagi itu sekitar pukul 03.00 Wita, hanya longsor sedalam 30 senti yang amblas, tapi karena paginya banyak mobil yang lewat, amblasnya semakin dalam dan memanjang sedalam dua meter.

“Sebaiknya mobil tidak boleh lewat apalagi mobil bertonasenya yang besar, tadi pipa PDAM juga ikut pecah dan cepat diperbaiki,” ucap IRT warga sekitar.

Petugas PT PLN juga bergerak cepat melepas kabel PLN dimuka rumah toko milik warga yang ikut terimbas dari amblas dna longsor.

Jalan tersebut memang belum ada pemugaran siring sungai, ada siring dari kayu ulin yang pengerjaannya sekitar tahun 1982.

“Siring yang ada saat ini adalah siring swadaya buatan masyarakat setempat, tidak dari airing proyek bantuan dari pemerintah kota atau provinsi,” greget warga di tempat kejadian perkara (TKP).

Lihat saja jalan di Sungai Gardu mengalami kerusakan cukup parah retakan panjang sekitar 30 meter. Jalan mulai terlihat pecah pecah sejak Selasa (14/7) sore. Malam harinya retakan melebar dan hari ini kerusakan paling parah.

Hingga siang semua penghuji toko dan warung sudah mengungsi dan mengamankan barang milik mereka ke tempat yang lebih aman kwatir longsor meluas. “Sejuah ini bangunan milik warga masih berdiri tegak,” ujarnya.

Kendaraan roda empat diarahkan melewati jalur alternatif ke Jalan Rahayu. “Sementara itu perbaikan jalan raya pengaspalan jalan permanen baru selama tujuh bulan,” imbuhnya. sam/ani