BANJARMASIN – Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah menegaskan komitmennya menjalankan amanat YKI Pusat dan YKI Provinsi dengan memperkuat upaya pencegahan kanker serta advokasi bagi para penderita kanker di Kota Banjarmasin.

Menurutnya, selain meningkatkan layanan kepada masyarakat, kepengurusan baru juga akan berfokus pada penguatan kinerja organisasi agar seluruh program dapat berjalan lebih efektif melalui koordinasi yang berkelanjutan dengan YKI Provinsi.

“Kami bertekad melaksanakan amanat dari YKI Pusat dan YKI Provinsi sebagai kepanjangan tangan dalam memastikan upaya pencegahan kanker serta memberikan advokasi kepada para penderita kanker, khususnya di Batam,” ujar Wasilah, usai dilantik dan dikukuhkan menjadi ketua YKI Banjarmasin, di aula Kayuh Baimbai Banjarmasin, Rabu (15/7).

Ia menambahkan, berdasarkan data statistik pada 2025 penderita kanker payudara tercatat sebanyak 45 orang, kanker leher rahim sebanyak 25 orang, kanker kolorektal (usus besar) 4 orang, serta beberapa orang menderita kanker hati, paru-paru dan kanker darah.

“Masyarakat Banjarmasin perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker serviks dan kanker payudara. Kedua jenis kanker tersebut masih menjadi kasus kanker yang paling banyak ditemukan di kota berjuluk seribu sungai ini,” ujarnya.

Tentunya, YKI Banjarmasin juga terus mendorong edukasi dan deteksi dini sebagai langkah utama untuk menekan angka kejadian kanker sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan melalui penanganan sejak tahap awal. “Sebab jika diketahui sejak awal maka kanker ini bisa sembuh,” tuturnya.

Sementara, Penasehat sekaligus Ketua TP PKK Banjarmasin, Neli Listriani menilai dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi salah satu faktor penting dalam membantu proses pemulihan pasien kanker, selain pengobatan medis yang dijalani.

Dengan kepengurusan baru,dia berpesan agar organisasi YKI terus aktif mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kanker, tetapi juga menjadi wadah bagi para penyintas dan penderita untuk saling menguatkan.

Menurutnya, semangat dari keluarga, sahabat, maupun sesama penyintas dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis pasien. Sebaliknya, beban pikiran dan tekanan emosional yang berlebihan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan selama menjalani pengobatan.

“Harapannya seluruh keluarga besar YKI bisa saling mendukung, saling menyemangati, dan saling menebar kebaikan. Pengobatan itu penting, tetapi dukungan dari orang-orang terdekat juga sangat berarti bagi pasien,” ujarnya.

YKI Banjarmasin dapat memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker. Upaya tersebut akan didukung oleh para dokter dan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi untuk memberikan informasi dan pendampingan kepada masyarakat secara tepat.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya deteksi dini, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap para penyintas dan penderita kanker. via