BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin meninjau lokasi amblesnya Jalan Veteran Km 5,5 di kawasan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Rabu (15/7). Ia menilai kerusakan jalan sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera demi keselamatan masyarakat.
Menurut Yamin, amblesnya badan jalan tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tetap dilalui.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan ini mengalami ambles cukup parah dan harus ditangani segera agar tidak semakin meluas dan menimbulkan korban,” ujarnya.
Yamin menjelaskan, meski berada di wilayah Kota Banjarmasin, Jalan Veteran Km 5,5 merupakan jalan berstatus provinsi sehingga perbaikan permanennya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus berkoordinasi agar penanganan dapat dipercepat,” katanya.
Langkah awal, pemko bersama kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sebagian ruas jalan dan mengalihkan kendaraan ke jalur alternative, guna mengurangi risiko jika terjadi pergeseran tanah lanjutan.
“Saya sudah menginstruksikan pihak-pihak terkait agar segera melakukan pengalihan arus. Jangan sampai masyarakat tetap memaksakan diri melintas karena kita khawatir kondisi jalan akan semakin turun dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Ia juga meminta penanganan tidak hanya berfokus pada perbaikan badan jalan, tetapi juga mengatasi penyebab amblesnya tanah, termasuk kondisi bantaran sungai dan struktur tanah di sekitar lokasi.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Balai Sungai diperlukan agar penanganan berjalan cepat dan menyeluruh.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, tiga warga yang tinggal di lokasi paling terdampak telah mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD, dua unit rumah yang juga digunakan sebagai tempat usaha mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah. Selain itu, tujuh bangunan toko di sekitar lokasi turut terdampak.
Hasil asesmen menunjukkan retakan membelah badan jalan sepanjang sekitar 43,5 meter, yang terjadi pada Rabu (15/7) sekitar pukul 03.30 Wita. Tanah yang ambles mencapai sekitar 90 sentimeter dengan pergeseran badan jalan hingga 3,5 meter.
“Kerusakan ini berada di jalan utama sehingga perlu segera dilakukan perbaikan dan pemulihan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih luas,” ujar Husni. via
