RANTAU-Ratusan benda pusaka berusia ratusan tahun dipamerkan pada ajang silaturahmi Forum Pusaka Kalimantan (Fosaka) Borneo ke-4 di Kubah Datu Aling, Desa Lawahan Cempaka, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, dihadiri lebih dari 400 peserta dari berbagai daerah.
Ketua Panitia Hermansyah di Rantau, Senin, mengatakan kegiatan silaturhmi menjadi wadah pelestarian benda pusaka sekaligus memperkenalkan warisan budaya leluhur kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menjaga dan melestarikan peninggalan pusaka agar tetap dikenal oleh generasi sekarang,” ujarnya.
Ia menyebutkan, ratusan pusaka dipamerkan di antaranya Parang Bungkul yang diyakini sebagai peninggalan Sultan Suriansyah, Wasi Rancang dari Daha, serta berbagai koleksi lain yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun.
“Peserta datang dari sejumlah daerah seperti Banjarmasin, Martapura, Pelaihari, dengan membawa koleksi pusaka masing-masing untuk dipamerkan kepada sesama pegiat pelestarian benda bersejarah,” kata Hermansyah.
Hermansyah menambahkan, jumlah peserta jauh melampaui perkiraan panitia yang semula hanya menargetkan sekitar 20 hingga 30 orang.
“Antusiasme peserta di luar dugaan. Kehadiran lebih dari 400 orang menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurut dia, tingginya minat masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya masih cukup besar dan perlu terus difasilitasi melalui kegiatan serupa.
“Pemkab Tapin berencana mendukung penyelenggaraan kegiatan berikutnya dengan skala lebih besar di Pendopo Kabupaten Tapin serta mengundang peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel sebagai upaya pelestarian benda pusaka daerah,” ucapnya.{[an/mb03]}
