Dinkes Targetkan SPM 100 Persen di Akhir Tahun
BANJARMASIN – Hipertensi masih menjadi penyakit yang paling dominan ditemukan dan ditangani oleh satuan kerja bidang kesehatan di Kota Banjarmasin. Kondisi ini menjadi perhatian serius dinas kesehatan, karena di zaman ini penderitanya tidak lagi orang tua namun sudah menjamah ke anak-anak.
Walikota Banjarmasin HM Yamin HR menyampaikan, penanganan penyakit di Kota Banjarmasin membutuhkan sinergi seluruh sektor. Upaya menekan angka prevalensi penyakit tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat puskesmas.
“Seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman dan langkah yang selaras dalam menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat,” katanya,di sela-sela kegiatan Koordinasi Advokasi/Sosialisasi dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, di salah satu hotel Banjarmasin, Rabu (4/11).
Terlebih, masih tingginya prevalensi sejumlah penyakit di Banjarmasin seperti hipertensi dan diabetes membutuhkan penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah SKM mengatakan, tingginya kasus hipertensi tidak hanya ditemukan di wilayah Banjarmasin, tetapi rata-rata wilayah di Indonesia.
“Penyebabnya pola hidup, pola makan yang tidak dijaga, apalagi sekarang banyak makanan siap saji dan serba instan,” katanya.
Penanganannya tidak cukup mengandalkan pengobatan, tetapi juga upaya pencegahan dan deteksi dini agar risiko komplikasi dapat ditekan. Pihaknya juga nemantau di seluruh puskesmas dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk pelayanan penderita hipertensi telah mencapai 88 persen dari total sasaran yang ditetapkan. ”
Artinya, masih terdapat sekitar 12 persen sasaran yang belum terjangkau pelayanan. “Angka 100 persen SPM itu bisa kami kejar di akhir tahun, mengingat setiap tahun capaian SPM kami selalu melebihi target sehingga targetnya juga ditingkatkan,” jelasnya.
Upaya peningkatan difokuskan pada pelayanan bagi masyarakat yang telah terdiagnosis hipertensi, tetapi juga melalui pendekatan promotif dan preventif.
Edukasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat akan terus diperkuat.
Bagi masyarakat, peningkatan cakupan pelayanan ini diharapkan memberikan manfaat nyata, terutama dalam mendeteksi hipertensi lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan. Dengan pemeriksaan rutin dan pengendalian tekanan darah, risiko komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal dapat diminimalkan.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa hipertensi tidak boleh dianggap sepele. Penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menimbulkan dampak serius apabila tidak dikendalikan.
Pihaknya berharap dengan peningkatan jangkauan pelayanan dan penguatan upaya pencegahan, puskesmas seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar, sekaligus membangun kesadaran untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.
“Kami imbau juga kepada masyarakat agar rajin mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) sehingga bisa diketahui sejak dini,” tuturnya. via
