BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mempercepat upaya mewujudkan kota tertib ukur. Tidak hanya berorientasi pada kenyamanan masyarakat, program ini untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menarik minat investor menanamkan modal di Kota Seribu Sungai.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana Salan mengatakan, Banjarmasin sebelumnya telah memperoleh penghargaan sebagai Tertib Ukur. Namun, capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui berbagai langkah konkret, salah satunya dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Sosialisasi dilakukan secara bertahap dengan menyasar berbagai kelompok, mulai dari masyarakat, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaku usaha hingga pedagang.
Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen tersebut penting karena kota layak huni tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut rasa aman, perlindungan, kenyamanan, serta kepercayaan masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal dan aktivitas ekonomi.
“Tujuannya agar Banjarmasin menjadi kota Tertib Ukur. Ini juga penting untuk membangun kepercayaan investor dan publik terhadap Kota Banjarmasin,” ujarnya usai sosialisasi tera ulang kepada pengelola Bank Sampah, di Banjarmasin, Selasa (3/11).
Ia berharap, ketika berbagai aspek perlindungan dan keamanan masyarakat dapat terpenuhi, kepercayaan terhadap kota semakin meningkat. Kondisi tersebut diharapkan menjadi salah satu pertimbangan bagi investor untuk berinvestasi tanpa merasa ragu.
Disperdagin berkomitmen meningkatkan kemudahan akses pelayanan, termasuk melalui sistem jemput bola bagi pemilik UTTP yang ingin melakukan tera secara berkala.
Selain itu, keterlibatan aktif pelaku usaha dan masyarakat dapat mendukung upaya pemerintah kota dalam mempertahankan status Kota Tertib Ukur. via
