BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meneken Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Bantuan Keuangan Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) bersama Bupati/Walikota se-Kalsel di Aula Utama Rindam XXII Tambun Bungai di Banjarbaru, Senin (2/11).

Kerja sama ini menjadi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dalam mendukung pembiayaan dan pengiriman peserta pembentukan Komcad dari masing-masing kabupaten/kota.

Melalui kesepakatan bersama itut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertahanan RI dalam mendukung ketahanan nasional.

Dalam kesempatan itu, Gubernur H Muhidin juga mengusulkan agar pelatihan Komcad ke depan dapat disinergikan dengan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang berada dalam lingkup Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Menurut Gubernur H Muhidin, penggabungan kedua program tersebut berpotensi memberikan penguatan kompetensi kepemimpinan sekaligus pembinaan kedisiplinan dan ketahanan fisik bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Kalau PKN dipadukan dengan Komcad melalui kerja sama Kementerian Pertahanan dan LAN, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan kepemimpinan, tetapi juga pembinaan fisik dan kedisiplinan dan ini bisa menjadi terobosan yang nantinya dapat diterapkan secara lebih luas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur H Muhidin mengatakan, pembentukan Komcad merupakan upaya meningkatkan kedisiplinan, ketahanan fisik, serta karakter aparatur melalui pelatihan yang melibatkan unsur pertahanan negara.

“Walaupun wilayah kita tidak dalam kondisi perang, pelatihan ini tetap penting untuk membentuk kedisiplinan, melatih fisik dan membangun karakter. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional,” ujar Gubernur H Muhidin.

Selain itu, Gubernur H Muhidin menyebutkan, jumlah peserta tidak harus diseragamkan sebanyak 50 orang dari setiap daerah, tetapi menyesuaikan jumlah peserta berdasarkan kemampuan anggaran masing-masing, sehingga seluruh daerah tetap memiliki kesempatan berpartisipasi.

“Saya kira tidak harus 50 orang setiap kabupaten/kota. Ada yang mampu mengirim lima orang, 30 orang atau 50 orang, hal yang terpenting ada keterlibatan dan kita bisa bersama-sama melaksanakan program ini,” katanya.

Menanggapi gagasan Gubernur Kalsel itu, Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Dr H Totok Imam Santoso menyatakan akan menyampaikan dan mengkomunikasikan usulan PKN dipadukan dengan Komcad sebagai persyaratan jenjang karir kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian PANRB, Kementerian Dalam Negeri serta LAN RI.

Menurut Totok, pelatihan Komcad ke depan dapat dikembangkan sebagai bagian dari persyaratan pendukung dalam pembinaan karier ASN.

Dengan begitu, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan selama pelatihan, tetapi juga memiliki manfaat dalam pengembangan jenjang karier.

Selain itu, Letjen TNI Dr H Totok Imam Santoso menegaskan bahwa pemanfaatan Komcad tidak terbatas pada kepentingan pertahanan dalam menghadapi perang.

Dalam kondisi damai, personel Komcad juga berpotensi diberdayakan untuk membantu pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Komcad ini nantinya bukan hanya untuk menghadapi perang. Dalam masa damai juga bisa diberdayakan untuk membantu pemerintah daerah, termasuk dalam penanganan Karhutla melalui pelatihan ini, anggota memiliki disiplin, loyalitas, empati, fisik dan keterampilan yang lebih siap ketika dibutuhkan,” jelasnya.

Totok juga menyampaikan apresiasi Menteri Pertahanan kepada Pemprov Kalsel atas dukungan dan keseriusannya dalam mendukung pembentukan Komcad.

“Pak Menteri Pertahanan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalsel dan jajaran Pemprov Kalsel yang menunjukkan dukungan serta keseriusan dalam pembentukan Komcad,” pungkasnya.

Turut hadir diantaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, Danrindam XXII Tambun Bungai, para Bupati dan Walikota, para kepala SKPD terkait di lingkup Provinsi Kalsel dan Pemkab Kabupaten Kota se-Kalsel. adp/ani