MARTAPURA – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar Workshop (Lokakarya) Manisnya Sulam Sugul Khas Banjar.
Lokakarya yang berlangsung selama dua hari di Ballroom Hotel William Tandiono Gambut ini, dibuka Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas, Senin (2/11) pagi.
Hari pertama di isi dengan lokakarya pembuatan Sulam Sugul, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan pameran hasil kerajinan peserta.
Hj Nurgita Tiyas mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk kembali memperkenalkan dan menggaungkan Sulam Sugul, sebagai salah satu kerajinan khas Banjar yang memiliki nilai kebersamaan, serta potensi ekonomi bagi para perajin.
Menurutnya, keberadaan kerajinan Sulam Sugul saat ini mulai tergerus. Permintaan pasar juga mengalami penurunan, karena selama ini penggunaannya lebih banyak terbatas pada produk Bolang Haji yang biasanya dikenakan setelah musim haji.
“Jadi, belum bisa menyasar produk fesyen. Berdasarkan pemikiran tersebut, saya mencoba menginisiasi untuk membawa kembali semangat Sulam Sugul,” ujarnya.
Sebelumnya, pihaknya sudah memperkenalkan sasirangan hingga dikenal di tingkat nasional melalui Kriya Nusa. “Sekarang saatnya kita mencoba mengangkat kriya lainnya, karena Kabupaten Banjar kaya akan produk unggulan, salah satunya Sulam Sugul,” ucap Nurgita.
Ia menjelaskan, pengembangan Sulam Sugul memiliki sejumlah tantangan, mulai dari proses pengerjaan, pemilihan benang, hingga perhitungan kebutuhan bahan.
Melalui lokakarya ini, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sekaligus dapat mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi perajin dalam proses produksi.
“Semoga melalui kegiatan ini semakin banyak masyarakat yang mengenal kreasi Sulam Sugul di Kalimantan Selatan. Kami bangga para perajin bersedia dibina. Ini juga menjadi komitmen kami mentransformasikan Sulam Sugul ke berbagai produk fesyen,” ujarnya.
Nurgita menambahkan, pada pameran akan ditampilkan beragam produk berbahan Sulam Sugul, seperti tas, jilbab, pakaian dan berbagai produk kerajinan lainnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM serta perajin di Kabupaten Banjar, khususnya dalam meningkatkan peluang usaha dan perekonomian keluarga.
Menurutnya, dekranasda, TP PKK, serta istri ASN di lingkungan Pemkab Banjar juga memiliki peran dalam memperkenalkan dan mendukung produk kerajinan lokal, agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap Sulam Sugul kembali berkembang. Ini merupakan langkah awal dari terlahirnya kembali Sulam Sugul di Kabupaten Banjar,” ucapnya.
Sementara, salah satu narasumber Norkhadijah menyebutkan, proses pembuatan Sulam Sugul membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga jumlah perajinnya kini mulai berkurang.
Ia berharap kerajinan tersebut mendapat perhatian lebih dari generasi muda, sehingga keberlangsungannya tetap terjaga. Melalui pelatihan ini, diharapkan muncul regenerasi perajin Sulam Sugul di Kabupaten Banjar.
Lokakarya tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banjar Hj Rahmi Robiaty, Kabid Pemasaran Pariwisata Kabupaten Banjar Hj Sofia Windirianty, undangan TP PKK dan DWP Kabupaten Banjar, serta para perajin. ril/dio/yos
