BANJARMASIN – Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui dukungan peminjaman modal Rp20 juta dari Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pengayoman untuk memperluas kegiatan kerja hingga rencana pembinaan keterampilan usaha kopi.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah di Banjarmasin, Selasa, mengatakan dukungan diberikan untuk pengembangan inovasi setiap seksi guna meningkatkan kualitas pembinaan dan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana dan kembali ke masyarakat.

“Setiap inovasi di lingkungan lapas diharapkan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, terutama dalam meningkatkan kemampuan kerja dan mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan yang mendukung kemandirian setelah kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin Bagus Paras Etika menjelaskan peminjaman modal tersebut akan difokuskan untuk mendukung pengembangan kegiatan kerja dari berbagai sektor, dengan salah satu rencana terbaru berupa pembinaan melalui usaha kedai kopi.

Menurut dia, rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan kegiatan kerja yang diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan mempelajari keterampilan usaha dan kerja, sehingga pengalaman yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal setelah bebas.

Ketua KPN Pengayoman Isnandar mengatakan persetujuan peminjaman modal diberikan setelah pihaknya melihat perkembangan positif kegiatan kerja di Lapas Banjarmasin yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian warga binaan.

Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan bersama untuk mendukung pengembangan kegiatan kerja melalui permodalan, sehingga program pembinaan yang telah berjalan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan.

Dukungan KPN Pengayoman melalui skema peminjaman modal tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sarana kegiatan kerja di Lapas Banjarmasin, dengan harapan warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan produktif sebagai bekal untuk kembali mandiri di tengah masyarakat. ant