Diduga Korupsi Dana Siap Pakai Bencana
JAKARTA – Salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait dana siap pakai kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adalah adik dari Kepala BNPB Letjen Suharyanto yakni Bima Setyawan.
Informasi itu dibenarkan oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto.
“Ya, terinformasi seperti itu (adik Kepala BNPB), tapi pastinya nanti akan dikonfirmasi kembali, karena kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subjek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum,” kata Setyo kepada wartawan, Rabu (14/10).
Selain Bima, ada 4 tersangka lainnya yang ditetapkan KPK jadi tersangka. Berdasar sumber internal CNNIndonesia.com, mereka adalah Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus PPK berinisial GPS, Tenaga Ahli Kepala BNPB berinisial RCH serta dua swasta berinisial G dan S.
Setyo mengatakan korupsi di BNPB itu berkaitan dengan penyalahgunaan dana siap pakai kebencanaan.
“Dari dana siap pakai itu kan melibatkan ada perusahaan-perusahaan swasta. Ini yang sedang kemudian didalami, yang terindikasi bahwa ada kerja sama, ada semacam pengkondisian, ya terutama dalam penyaluran anggaran, kemudian pemanfaatan, penggunaannya, yang sebagian disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk keuntungan dirinya sendiri,” ujarnya.
KPK telah menahan Bima Setyawan bersama empa tersangka tersebut, usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Gedung Merah Putih KPK, kelima tersangka sudah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dengan tangan diborgol.
Mereka dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK dengan mobil tahanan sekitar pukul 16.50 WIB.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan setelah penyelidikan, perkara di BNPB diputuskan naik ke tahap penyidikan pada forum ekspose.
“Kemudian Penyidik menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka,” kata Budi kepada wartawan.
KPK sebelumnya menangkap total 14 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di wilayah Jabodetabek, Selasa (13/10).
“Tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Yogyakarta, Selasa (13/10) malam.
Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga mengamankan uang sekitar Rp1,4 miliar hingga logam mulia.
Terpisah, anggota Komisi VIII DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian mengungkapkan keprihatinannya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13/10) malam.
Hetifah mengaku prihatin karena kasus ini terjadi ketika penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum selesai, terutama di Kalimantan.
“Ya pasti sih kita ya tentunya pasti terkejut, ya pastinya juga kita prihatin. Padahal kan ini kayak lagi di Kalimantan kan, kondisinya kebakaran hutan masih belum beres,” kata Hetifah saat dihubungi wartawan, pada Rabu (14/10), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Hetifah menyayangkan tangkap tangan pejabat BNPB terjadi ketika lembaga itu masih sangat dibutuhkan dalam menangani karhutla dan kabut asap di sejumlah daerah.
DPR, kata dia, akan menggelar rapat dengan BNPB terkait OTT ini. Meski demikian, ia menegaskan persoalan hukum ini sepenuhnya berada di tangan KPK selaku aparat penegak hukum.
“Ya semoga jadi hikmahnya itu harus ada pembenahan apa di dalam BNPB. Nanti mungkin kita juga bisa nanti rapat ya, kalau ini kan kebetulan lagi reses nih,” kata Hetifah.
Rapat akan digelar secepatnya. Menurut Hetifah, DPR dan BNPB perlu membahas kasus ini karena bisa memengaruhi kepercayaan publik terhadap BNPB di tengah bencana karhutla
“Nah mudah-mudahan nanti bisa sesegera mungkin, apa dampak dari ini, terutama kepada kepercayaan publik ya. Trust (kepercayaan) publik kan jadi turun kepada lembaga yang menangani bencana ini. Otomatis gitu. Padahal kita lagi butuh sekali,” ucapnya. web
