JAKARTA – Harga masker medis mulai merangkak naik seiring meningkatnya permintaan masyarakat setelah kebakaran hutan dan lahan serta terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik.
Sejumlah gerai ritel bahkan mulai mengalami kekosongan stok. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus bepergian. Masyarakat juga diminta memastikanpintu dan jendela rumah tetap tertutup selama udara terdampak abu vulkanik. Jika harus keluar rumah, Budi meminta masyarakat menggunakan masker tipe KN-95.
Andi (31), karyawan Alfamart, mengatakan stok masker telah habis sejak sehari sebelumnya. Pasokan yang biasanya datang setap hari juga belum diterima.
“Masker kosong dari kemarin, stok nggak ada sama sekali. Kemarin barangnya nggak datang, harusnya datang setiap hari,” ujar Andi.
Sementara itu, masker putih serta masker medis berwarna hijau dan biru disebut sudah lama tidak tersedia di gerai tersebut. Berbeda dengan Alfamart, Lawson yang berlokasi di Jakarta Pusat masih menyediakan masker, meski pilihan produknya terbatas. Gerai tersebut hanya memiliki satu merek masker berii enam buah yang dibanderol Rp17.900. “Masker segini aja, ngga ada stok lagi,” ujar Dinda.
Keterbatasan stok di sejumlah gerai ritel terjadi ketika permintaan masker, khususnya tipe KN-95, meningkat setelah pemerintah mengeluarkan imbauan perlindungan terhadap paparan abu vulkanik.
Berdasarkan penelusuran di platform e-commerce Shopee, harga masker KN-95 bervariasi tergantung jumlah isi dala satu kemasan. Masker KN-95 isi lima dibanderol sekitar Rp37.000, sedangkan kemasan isi 10 mencapai Rp104.405. Untuk kemasan isi 12, harga yang ditemukan mencapai Rp169.200.
Sementara itu, harga di TikTok Shop juga menunjukkan variasi. Masker KN-95 isi 10 dijual mulai sekitar Rp29.848. Produk serupa juga ditemukan dengan harga Rp109.900 untuk isi 10. Ada pula penjual yang menawarka dua masker KN-95 dengan harga Rp37.970, sedangkan kemasan isi 10 lainnya dibanderol Rp52.400. bisn/mb06
