JAKARTA – Perum Bulog akan mengganti nama dan ke­mas­an beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) men­jadi Beras Kita Medium. Produk de­ngan kemasan baru tersebut di­jadwalkan diluncurkan pada 20 Ok­tober 2026.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meng­a­ta­kan perubahan nama dn ke­ma­san dilakukan untuk mem­per­k­u­at identitas beras pemerintah se­ka­ligus membuat produk Bu­log lebih mampu bersaing deng­an beras produksi swasta.

“SPHP yang lama dirubah men­jadi kemasannya adalah ke­masan SPHP yang baru yaitu Be­ras Kita Medium,” kata Rizal di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan nama Beras Ki­ta dipilih karena mengikuti iden­titas sejumlah produk pa­ng­an pemerintah yang me­ng­gu­na­kan kata “Kita”, seperti Min­yakita dan Gula Manis Kita. Be­ras Kita merupakan singkatan dari Keluarga Indonesia Sjahtera.

Meski nama dan ke­mas­an­nya berubah, tulisan SPHP tetap di­cantumkan pada kemasan. Na­mun, tulisan “Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan” akan dibuat lebih kecil sebagai keterangan program pemerintah.

“Tujuannya perubahan ini adalah yang pertama yaitu untuk ber­saing dengan produk-produk swasta karena dengan merubah ke­masan ini lebih eye-catching dan lebih bisa bersaing dengan swasta,” ujar Rizal.

Menurut dia, perubahan tersebut tidak hanya menyangkut tampilankemasan. Bulog juga ber­komitmen meningkatkan dan menjaga mutu beras yang dijual kepada masyarakat. “Bukan hany­a packaging-nya saja namun isinya juga diperintahkan untuk di­tingkatkan,” katanya.

Rizal mengatakan Beras Kita nantinya akan memiliki dua va­rian, yakni Beras Kita Me­dium dan Beras Kita Premium. Na­mun, hanya Beras Kita Me­dium yang mendapatkan subsidi pe­merintah melalui program SPHP. “Kalau yang mendapat sub­sidi adalah beras medium, yang beras premiumtidak ada sub­sidinya,” ujar Rizal.

Untuk varian premium, ia me­negaskan pemerintah belum mem­berikan arahan mengenai sk­ema SPHP premium. Beras pre­mium nantinya hanya men­ja­di bagian dari merek Beras Kita dan tidak memperoleh subsidi sep­erti beras medium.

Rizal mengatakan pelun­cur­an Beras Kita Medium pada 20 Ok­tober akan dilakukan secara ber­tahap. Kemasan lama SPHP ya­ng masih tersedia di gudang mau­pun yang sudah beredar te­ta­p akan disalurkan agar tidak ter­buang.

“Pas launching juga tetap die­darkan yang lama, nanti kita men­yesuaikan saja daripada nan­ti kemasannya dibuang kan sa­yang,” katanya.

Ke depan, Bulog me­nar­get­kan penggunaan merek yang le­bih sederhana dengan Beras Kita Me­dium untuk beras bersubsidi dan Beras Kita Premium untuk seg­men premium. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat identitas beras pemerintah se­ka­ligus meningkatkan daya saing pro­duk Bulog di pasar.

Sementara itu, PerumBulog meng­gelontorkan 75.000 ton be­ras premium ke 12 ritel besar di Indonesia untuk mengatasi ke­langkaan beras premium di pa­sar modern. Stok tersebut mu­lai didistribusikan dalam be­be­ra­pa pekan ini agar segera ter­se­dia di ritel dan pasar. rep/mb06