JAKARTA – Tingginya harga pembelian beras premium di tingkat distributor yang melampaui harga eceran tertinggi (HET) membuat peritel enggan menyetok komoditas tersebut di gerainya.
Kondisi inilah yang membuat stok beras premium kemasan 5 kilogram (kg) di sejumlah gerai ritel modern langka. Asosiasi Pengusaha itel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan pasokan beras premium sebenarnya masih tersedia di pasar.
Namun, harga yang ditawarkan pemasok berada di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut membuat peritel berada dalam posisi sulit. Peritel diwajibkan menjual beras premium sesuai HET, sementara harga pembelian dari pemasok sudah lebih tinggi dari batas harga jual tersebut. Jika tetap dibeli, peritel berisiko mengalami kerugian.
Ketua Umum Aprindo Solihin mengatakan, persoalan tersebut membuat stok beras premium kemasan 5 kg di jaringan ritel modern menjadi terbatas. “Kalau ditanya barang banyak? Banyak. Tapi enggak ada yang mau jual HET karena belinya lebih dari HET,” kata Solihin.
Menurut dia, apabila harga beli beras premium berada di atas HET, peritel memilih tidak melakukan pembelian karena secara bisnis tidak masuk akal. Dengan demikian, stok yang secaa fisik tersedia di pasar tidak otomatis masuk ke rak-rak ritel modern.
Solihin mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan kembali terasa dalam beberapa bulan terakhir. Dia menyebut, pasokan beras premium yang masuk ke jaringan ritel jauh di bawah kebutuhan.
Menurutnya, persoalan pasokan juga berkaitan dengan pola distribusi dari prinsipal maupun distributor. Dia mencontohkan, terdapat pemasok yang mensyaratkan pembelian beras premium sekaligus beras fortifikasi. Kondisi ini semakin membuat pilihan produk di rak ritel berubah.
Solihin menyebut, beras fortifikasi kini lebih banyak ditemukan di sejumlah gerai ritel karena produk tersebut tidak ditetapkan skema HET seperti beras premium.
Di sisi lain, Aprindo mengaku telah bebeapa kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah dan meminta audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan terkait kekosongan beras premium di jaringan ritel modern. “Anggota saya, Aprindo, taat terhadap aturan pemerintah yang mengenakan harga eceran tertinggi untuk beras premium,” terangnya. Persoalan pasokan di ritel modern terjadi ketika harga beras premium secara nasional juga menunjukkan tren kenaikan. bisn/mb06
