HULU SUNGAI UTARA – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Supian HK melaksanakan kegiatan reses III Tahun 2026 di Desa Bararawa dan Sapala, Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (4/11).

Kegiatan jaring dan serap aspirasi masyarakat tersebut di fasilitasi Camat Paminggir A Yani, dan dihadiri danramil, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat.

Melalui Camat Paminggir, warga menyampaikan harapan besar agar pembangunan akses titian jalan yang selama ini dirintis dapat dilanjutkan dan dituntaskan.

“Warga di Bararawa dan Sapala sangat berharap akses jalan darat dapat dilanjutkan. Ini bukan sekadar jalan, tapi ini adalah urat nadi kehidupan mereka,” ucap Supian HK.

Menurut warga, selama ini mobilitas masyarakat masih sangat terbatas dan bergantung pada jalur air. Dengan tersambungnya akses titian jalan antardesa, ada dua sektor vital yang akan terdongkrak, salah satunya akses pendidikan.

Dengan tersambungnya akses ini, anak-anak di Bararawa dan Sapala akan lebih mudah dan aman untuk berangkat ke sekolah, terutama saat musim penghujan.

Desa Bararawa sendiri hanya memiliki sekolah dasar di desa mereka. Untuk pendidikan tingkat lanjut, seperti SMP dan SMK, ada di desa tetangga seperti Desa Sapala yang memiliki jarak sekitar 1,5 km.

“Selama ini anak didik menjalani pendidikan dengan menyeberangi sungai, sehingga kita perlu upayakan akses titian ini untuk menunjang pendidikan,” katanya.

Sektor vital lainnya, yaitu untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. Warga meminta ikon wisata di Desa Bararawa, yakni Dermaga Kerbau Rawa, mendapat fasilitas tribun penonton agar pariwisata di desa tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) desa.

Supian HK menegaskan, aspirasi tersebut akan menjadi catatan penting dan akan ia perjuangkan di tingkat provinsi.

“Saya dengar dan catat apa yang disampaikan warga melalui pak camat. Dengan tersambungnya akses titian jalan ini, saya yakin dampaknya akan luar biasa. PAD akan bergerak, perekonomian warga antardesa akan semakin meningkat, dan yang paling penting anak-anak kita bisa sekolah dengan lebih layak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil seperti Bararawa dan Sapala adalah wujud keadilan pembangunan.

“Insha Allah, aspirasi ini akan saya bawa dan perjuangkan bersama pemerintah provinsi. Kita ingin pembangunan di Kalsel merata, tidak hanya di kota, tetapi juga sampai ke desa-desa terluar seperti Bararawa dan Sapala. Banua harus terkoneksi,” pungkasnya. rds/yos