BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menyebut kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai melandai setelah di wilayahnya beberapa kali diguyur hujan dengan intensitas cukup deras.

“Alhamdulillah, wilayah Banjarbaru sudah beberapa kali mengalami hujan yang cukup deras, dan sampai saat ini kita merasakan untuk kabut asap sendiri sudah melandai,” kata Lisa di Banjarbaru, Senin.

Lisa menyampaikan hal itu seusai mengikuti Salat Istisqa berjamaah yang digelar Pemkot Banjarbaru bersama Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) di halaman Balai Kota Banjarbaru.

Menurut Lisa, kegiatan merupakan inisiasi Kerukunan Bubuhan Banjar yang bersinergi dengan pemerintah kota sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon hujan dan berakhirnya bencana karhutla.

Salat Istisqa dipimpin Al-Mukarram Tuan Guru KH Muhammad Wildan Salman dan diikuti jajaran pemerintah kota, tokoh agama, serta masyarakat muslimin dan muslimat Kota Banjarbaru.

“Seiring mulai masuknya musim penghujan, kami juga meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi banjir dan genangan air,” ucap wali kota perempuan pertama di Kota berjuluk Idaman itu.

Dikatakan Lisa, langkah antisipasi dilakukan melalui pembersihan dan normalisasi saluran drainase serta sungai di sejumlah wilayah termasuk sungai-sungai untuk mengantisipasi potensi genangan maupun banjir.

Terkait genangan air di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Lisa menegaskan penanganan memerlukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Pemprov Kalimantan Selatan dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.

“Genangan air yang ada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tentunya bukan hanya dengan Pemerintah Provinsi, kami ke Balai Jalan juga sudah ada koordinasi untuk penanganannya agar semua teratasi,” tegasnya.

Sementara, Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar Sadunia Sahbirin Noor berharap doa yang telah dipanjatkan bersama dapat dikabulkan Allah SWT sehingga hujan membawa keberkahan bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim, baik saat kemarau yang berpotensi memicu kebakaran maupun musim hujan yang dapat menyebabkan banjir.

“Kalau musim kemarau itu pasti kebakaran, kalau musim hujan banjir, jadi kita sudah tahu dan tinggal mengantisipasi saja lagi. Rajin kata kuncinya, rajin turun ke lapangan,” ujar mantan Gubernur Kalsel itu. ant