BANJARMASIN – Bantuan dana Rp20 miliar dari pemerintah pusat tak hanya digunakan Pemko Banjarmasin untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama tahun ini.
Sekretaris Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin juga merencanakan pengadaan peralatan yang bisa dimanfaatkan dalam menghadapi kejadian serupa pada masa mendatang.
Salah satu rencana pemanfaatannya adalah pengadaan mesin alkon untuk memperkuat peralatan unit pemadam kebakaran (BPK) dan relawan di Banjarmasin. “Salah satunya pengadaan mesin alkon untuk memperkuat peralatan BPK dan relawan. Jadi manfaatnya tidak habis tahun ini saja,” ujar Tezar –sapaan akrabnya, Selasa (3/11).
Rencana tersebut sebelumnya juga telah disampaikan Walikota Banjarmasin kepada Dirjen Keuangan Daerah, Agus Fatoni. Peralatan yang dibeli melalui anggaran tersebut diharapkan tetap bisa digunakan apabila kembali terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Saat ini, BPBD bersama Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) tengah melakukan pendataan jumlah unit yang akan menjadi sasaran bantuan.
Ia mebeberkan bahwa saat ini berdasarkan hasil verifikasi dan validasi sebelumnya, tercatat 332 unit. Namun, setelah dikurangi 31 unit yang tidak memenuhi hasil verifikasi, jumlahnya menjadi 301 unit. Pendataan kembali dilakukan untuk memastikan seluruh calon penerima bantuan benar-benar memenuhi persyaratan.
Selain pengadaan peralatan, dalam rapat juga disampaikan rencana alokasi Rp500 ribu bagi relawan pemadam kebakaran. “Penerimanya harus terdaftar dalam sistem e-Damkar serta dapat membuktikan kepemilikan peralatan dan keterlibatan aktif dalam penanganan kebakaran,” katanya.
Ditambahkannya, harapan walikota bahwa penggunaan dana bantuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petugas maupun relawan pemadam kebakaran di Banjarmasin. via
