MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP), mendistribusikan air bersih ke tiga fasilitas pendidikan di Kecamatan Karang Intan, Kamis (22/10) pagi.
Pendistribusian tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Banjar H Saidi Mansyur, terkait penetapan peningkatan status dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan di Kabupaten Banjar Tahun 2026.
Di hari kelima ini, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke tiga lokasi, yakni SMPN 3 Karang Intan, SDN Abirau dan SDN Balau.
Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih, di lingkungan sekolah yang terdampak kekeringan.
Melalui sinergi lintas perangkat daerah ini, pendistribusian air bersih diharapkan dapat membantu sekolah dalam memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari, selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Pemkab Banjar terus berupaya melakukan penanganan dampak kekeringan, melalui koordinasi dan langkah-langkah tanggap darurat sesuai arahan kepala daerah. Distribusi air bersih juga menjadi salah satu bentuk respon, untuk membantu masyarakat dan fasilitas umum yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Upaya ini diharapkan dapat meringankan dampak kekeringan di Kecamatan Karang Intan, serta mendukung kelancaran aktivitas belajar-mengajar di sekolah yang ada di Kabupaten Banjar.
Pendistribusian air bersih ini dilaksanakan selama masa tanggap darurat bencana, yakni 14 hari dari 14 hingga 27 Oktober 2026.
Salah satu guru SMPN 3 Karang Intan, Iqbal, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Banjar, atas bantuan pendistribusian air bersih kesekolahnya.
“Terimakasih kepada Pemkab Banjar, bantuan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah, terutama di tengah kondisi kekeringan yang menyebabkan keterbatasan pasokan air,” tuturnya.
Ia berharap, pendistribusian air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung, sehingga aktivitas belajar-mengajar dan kebutuhan sehari-hari di sekolah tetap berjalan dengan baik. ril/dio
