Disediakan Hadiah bagi Jukir Terbaik
BANJARMASIN – Upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak parkir terus dilakukan. Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin melakukan terobosan digitalisasi dengan menerapkan pembayaran parkir melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Saat ini, uji coba diterapkan di 75 titik objek pajak parkir di Banjarmasin. Bahkan untuk mendorong pengguna Qris, BPKPAD menyiapkan berbagai hadiah. Ajang ini berlangsung selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026.
Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Pajak pada BPKPAD Kota Banjarmasin Nanda Dharmawan mengatakan, program tersebut merupakan kerja sama BPKPAD dengan Bank Indonesia dan Bank Kalsel.
“Setiap bulan dilakukan pengundian. Untuk periode September sudah dilakukan dengan pemenang sepeda listrik,” ujarnya, Kamis (22/10).
Menurut Nanda, ada empat kategori pemenang. Dua kategori utama yakni juru parkir (jukir) terbaik yakni yang paling banyak menggunakan QRIS dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Banjarmasin yang paling aktif bertransaksi non-tunai.
Hadiah yang disiapkan cukup menarik. Untuk pengundian bulanan, hadiah utama berupa sepeda listrik. Sedangkan untuk grand prize pada pengundian terakhir di Desember 2026, disiapkan satu unit sepeda motor Honda Beat Sporty untuk kategori jukir dan satu unit Samsung Galaxy A57 untuk kategori ASN.
Nanda mengklaim, stimulus berupa hadiah tersebut efektif. Berdasarkan data Bank Kalsel, transaksi non-tunai mengalami tren positif.
“Pada bulan pertama saja, persentase penggunaan QRIS di sektor pajak parkir naik hingga 50 persen,” bebernya.
Ia menegaskan, tujuan utama digitalisasi bukan sekadar meningkatkan transaksi, melainkan menciptakan transparansi. Dengan QRIS, potensi kebocoran pajak parkir dapat ditekan.
“Target kita perluasan digitalisasi. Ini untuk menghindari kebocoran dan meningkatkan PAD,” tegasnya.
Meski tren positif, diakui masih ada kendala. Sejumlah jukir masih gagap teknologi (gaptek) dan sebagian masyarakat masih memilih pembayaran tunai. “Padahal pakai QRIS jauh lebih mudah dan praktis. Tapi memang masih ada yang belum beralih,” katanya.
Ke depan, pihaknya akan mengevaluasi 75 titik uji coba tersebut. Jika hasilnya optimal, program akan diperluas secara bertahap ke titik parkir lainnya. via
