Ketua RT Berterima Kasih Perhatian Dirut PAM Bandarmasih

BANJARMASIN – Ketua Forum Masyarakat Peduli Air (FMPA) Kalimantan Selatan Andi Supian menilai kabar mengenai rencana aksi unjuk rasa warga Kelurahan Alalak Tengah, terkait permohonan bantuan air bersih perlu disikapi secara bijaksana.

Pasalnya sebelum beredar kabar tersebut, telah berlangsung pertemuan yang membahas kebutuhan warga dan menghasilkan kesepakatan penanganan yang kemudian ditindaklanjuti PT Air Minum (PAM) Bandarmasih.

Andi menyayangkan, berita tentang persoalan tersebut tidak turut menggambarkan perkembangan penyelesaian di lapangan secara utuh.

Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh informasi secara lengkap, seperti bukan hanya mengenai keluhan awal warga, tetapi juga langkah yang telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka.

“Persoalan ini sebelumnya sudah dibicarakan bersama dalam pertemuan pada 12 Oktober 2026. Ada pembahasan mengenai kebutuhan tandon dan pengiriman air menggunakan mobil tangki. Karena itu, perkembangan penanganan yang sudah dilakukan juga perlu disampaikan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyampaian aspirasi masyarakat tetap harus dihormati, namun pemberitaan mengenai persoalan pelayanan publik juga perlu memperhatikan perkembangan terbaru, agar tidak menimbulkan persepsi yang salah dan kegaduhan baru di tengah masyarakat, khususnya warga Alalak Tengah dan pelanggan PAM Bandarmasih.

Bahas Kebutuhan“Pada pertemuan di Markas FORKOT Banjarmasin, Senin (12/10), membahas keluhan warga mengenai keterbatasan pasokan air bersih, termasuk kebutuhan bantuan darurat berupa tandon dan pengiriman air menggunakan mobil tangki.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua FORKOT Banjarmasin Syarifudin Nisfuady yang akrab di sapa Kai Nisfu, perwakilan PTAM Bandarmasih yang dipimpin Sekretaris Perusahaan Ali Fathir, Ketua FMPA Kalsel Andi Supian, serta perwakilan warga Alalak Tengah RT 15.

Dalam pertemuan itu, masalah yang dibahas seputar permasalahan yang dihadapi serta upaya penanganan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani sesuai kondisi dan skala prioritas di lapangan.

“Komunikasi yang telah terbangun melalui pertemuan tersebut perlu menjadi bagian dari pemberitaan, agar publik mengetahui persoalan warga tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi juga di ikuti langkah penanganan konkret,” ucap Andi.

Menurutnya, komunikasi antara masyarakat, pengurus lingkungan, organisasi masyarakat, dan pihak perusahaan perlu terus di jaga, untuk mendukung penyelesaian persoalan pelayanan secara konstruktif.

Sebagai tindaklanjut penanganan kebutuhan warga, pada Selasa (13/10), PAM Bandarmasih telah menambahkan dua unit tandon air bersih, dan mengirimkan sejumlah mobil tangki ke wilayah Alalak Tengah, khususnya RT 15 kawasan Masjid Kanas.

Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat, sekaligus memberikan bantuan tandon bagi warga yang membutuhkan.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Ketua RT 15 Alalak Tengah kawasan Masjid Kanas. Dalam pernyataannya atas nama warga, ketua RT menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama PAM Bandarmasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.“Ia juga mengungkapkan, aliran air leding di wilayahnya mulai berangsur mengalir kembali, meskipun belum seluruh rumah mendapatkan aliran secara penuh.

Atas respons tersebut, warga RT 15 menyampaikan apresiasi terhadap upaya penanganan PAM Bandarmasih dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Kami atas nama warga Alalak Tengah RT 15 Masjid Kanas mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dirut PAM Bandarmasih, yang mau berkunjung ke tempat kami sekaligus memberikan bantuan tandon untuk warga yang sangat memerlukannya. Aliran leding di tempat kami juga sudah mulai berjalan secara berangsur-angsur, walaupun masih belum semua rumah bisa mendapatkan aliran sepenuhnya,” katanya.

Ia pun menilai, respons tersebut menunjukan adanya perhatian terhadap keluhan warga, dan warga yang diwakilinya memutuskan membatalkan rencana aksi unjuk rasa yang sebelumnya direncanakan akan dilakukan pada Kamis.

Keputusan tersebut disampaikan setelah adanya tindaklanjut terhadap kebutuhan warga, baik melalui bantuan tandon maupun perkembangan aliran air di lingkungan mereka.

Ketua RT turut menegaskan, apabila masih terdapat pihak yang hendak melakukan aksi dengan mengatasnamakan warga Alalak Tengah, pihaknya memastikan aksi tersebut tidak mewakili aspirasi warga RT 15 sebagaimana disampaikan dalam pernyataannya.

Perkembangan ini menjadi bagian penting dalam melihat penanganan persoalan air bersih di Alalak Tengah. Bantuan yang telah diberikan dan aliran air yang mulai berangsur berjalan menunjukan adanya tindaklanjut yang dirasakan warga, meskipun pemulihan pelayanan belum sepenuhnya merata. rls