BANJARMASIN – Ratusan guru PAUD se-Banjarmasin digembleng! Tidak hanya mengajar baca-tulis, mereka kini dituntut jadi teladan 7 kebiasaan hebat anak Indonesia.

Pembekalan itu diberikan dalam Pelatihan G7KAIH (Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) yang digelar di Hotel Rattan Inn, Rabu (14/10).

Momen ini sekaligus memanaskan HUT ke-21 dan Jambore III HIMPAUDI Kota Banjarmasin.

Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, hadir langsung dalam pelatihan G7KAIH. Ia blak-blakan menyebut tantangan mendidik anak usia dini saat ini tidak main-main. Pengaruh gadget hingga pergaulan lingkungan yang negatif bisa membuat anak tumbuh dengan krisis karakter.

“Guru PAUD bukan sekadar pengajar, ia garda terdepan. Anak-anak meniru apa yang dilihat, bukan hanya yang diajarkan,” tegas Neli.

Gerakan G7KAIH yang ditanamkan meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar membaca, jaga kebersihan, hingga tidur tepat waktu. Tujuh kebiasaan sederhana, tapi disebut jadi fondasi generasi tangguh.

“Kalau ini tidak ditanamkan sejak PAUD, kapan lagi? Jangan sampai anak kita pintar teknologi tapi miskin karakter,” katanya.

Kebiasaan inj sebagai ikhtiar bersama agar anak- anak bisa menyerap kebiasaan positif dan tumbuh menjadi generasi tangguh, berkarakter dan berakhlak mulia

Tak hanya pelatihan, para guru juga diadu dalam Lomba Laskar HIMPAUDI. Adu kompetensi, adu kreativitas, sekaligus adu kekompakan.

Melalui kegiatan ini, G7KAIH jangan cuma jadi jargon pelatihan. Gerakan ini harus masuk ke rumah, melibatkan orang tua dan lingkungan. via