BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melakukan edukasi literasi keuangan secara menyeluruh mulai pegawai hingga petugas kebersihan dan pertamanan agar terhindar dari berbagai macam penipuan.
Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, pemerintah kota menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Kalsel dan PT Pegadaian untuk meningkatkan pemahaman mengelola keuangan, khususnya bagi para petugas kebersihan dan pertamanan.
“Karena ada ratusan petugas kebersihan dan pertamanan kota kita, mereka harus kita lindungi, termasuk mengelola keuangan,” ujarnya.
Apalagi saat ini bertepatan dengan bulan Inklusi Keuangan 2026 ini, ungkap dia, karenanya digelar kegiatan yang bertajuk “Banua bersih, finansial tangguh: cerdas keuangan wahini, waspada scam, aman salawasan” menyasar petugas kebersihan dan pertamanan di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin.
“Kita ingin pegawai atau petugas pemerintah hingga terbawah memahami literasi keuangan ini,” ujarnya.
Menurut Yamin, pemerintah ingin meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak sekaligus melindungi diri dari berbagai modus penipuan atau scam.
Dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran yang tidak jelas, menjaga kerahasiaan data pribadi, PIN, dan kode OTP, serta memanfaatkan layanan keuangan formal yang terpercaya.
Karena dari data Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel, kejahatan siber yang ada kaitannya dengan keuangan dengan proporsi tertinggi di provinsi ini mencapai 59,77 persen, dengan kerugian materiil sebesar Rp20,94 miliar sejak 2023-2025.
Menurut dia, edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para petugas semakin cerdas mengelola penghasilan, bijak dalam memilih investasi, dan mengetahui saluran resmi untuk melaporkan penipuan, termasuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). ant
