Mata Banua Online
Jumat, April 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemuda sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

by Mata Banua
16 Mei 2024
in Opini
0
D:\2024\Mai 2024\18 Mei 2024\8\Iyan banjar\Aufal Fresky.jpg
Muhammad Aufal Fresky (Penulis buku ‘Empat Titik Lima Dimensi’)

 

Setiap perubahan sosial kemasyarakatan, biasanya tidak lepas dari peran kaum muda. Secara historis, hal itu sudah terbukti. Bagaimana peran kaum muda sangat vital dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Tidak cukup sampai di situ, pemuda juga berkontribusi besar dalam menjatuhkan kekuasaan Orde Baru, pimpinan Suharto. Ya, pemuda kala itu, berperan penting dalam proses ttransisi politik di Tanah Air. Lebih tepatnya menciptakan era baru yang biasa dikenal dengan Era Reformasi. Kemudian yang menjadi pertanyaan, 26 tahun sejak reformasi digaungkan, apakah kaum muda masih menjadi tumpuan atau problem solver bagi beragam permasalahan yang terjadi? Tak terkecuali di bidang ekonomi?

Berita Lainnya

“War Tiket Haji: Ibadah Haji Bukan Komoditi”

“War Tiket Haji: Ibadah Haji Bukan Komoditi”

23 April 2026
Normalisasi Kejahatan Seksual, Alarm Bencana Sosial: Butuh Solusi Alternatif yang Komprehensif

Normalisasi Kejahatan Seksual, Alarm Bencana Sosial: Butuh Solusi Alternatif yang Komprehensif

23 April 2026

Kita tahu bahwa, problematika seputar ekonomi menjadi perbincangan hangat dari waktu ke waktu. Tak peduli siapa yang sedang berkuasa, masalah ekonomi selalu ada. Salah satunya yang paling sering kita dengar di beragam media massa yaitu masalah mengenai pengangguran. Bagaimana nasib angkatan kerja kita yang tidak terserap di lapangan pekerjaan? Terkadang memang faktanya, apa yang dicari oleh perusahaan, baik perusahaan plat merah maupun swasta, tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki para pencari kerja. Apakah hal tersebut menjadi tamparan keras bagi institusi pendidikan tinggi yang bisa dikatakan gagal mencetak output yang kompeten? Entahlah, saya tidak bisa mengambil kesimpulan secara serampangan. Sebab, sepertinya ini berkaitan dengan banyak pihak. Salah satunya para pengambil kebijakan. Catatan ini sebenarnya saya lebih fokuskan pada peran pemuda agar lebih berdaya dalam menggerakkan sektor ekonomi. Khususnya ekonomi kreatif.

Saya percaya betul bahwa generasi muda kita sangat potensial untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Memang, bagi sebagian orang, mencari pekerjaan yang sesuai dengan kehendak hati adalah tidak cukup mudah. Lebih-lebih saingan semaki banyak dan beragam. Kompetisi menuntut kompetensi. Perusahaan swasta dan negeri juga tidak sembarangan dalam merekrut tenaga kerja. Ada standar tertentu yang menjadi acuan. Tidak hanya kualitas, namun juga integritas. Tidak hanya berdasarkan kepintaran akademik, namun juga soft skill serta beragam pengalaman sang pencari kerja. Dalam hal ini, agar tidak bergitu bergantung dan berharap pada perusahaan-perusahaan besar, pemuda sangat dianjurkan terjun sebagai penggerak ekonomi kreatif. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ekonomi kreatif? Apa saja peluang dan tantangan kaum muda yang menaruh minat terhadap ekonomi kreatif?

Secara ringkas, ekonomi kreatif ini merupakan ekonomi yang berbasis kreativitas. Hal itu sangat sesuai dengan karakteristik kaum muda yang biasanya sangat kreatif dalam menghasilkan jasa atau produk baru. Bahkan, sebagian generasi muda saat ini sangat lihai dalam membaca dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga sangat berpengaruh besar dalam memasarkan produk atau jasa yang dihasilkan. Di Indonesia sendiri, ada 15 subsektor ekonomi kreatif. Di antaranya yaitu bidang arsitektur, desain, film, video dan fotografi, kuliner, kerajinan, mode, musik, serta penerbitan dan percetakan. Kelima belas subsektor ekonomi kreatif tersebut terbukti mampu menghasilkan beragam profesi baru di dunia industri kreatif, mulai dari copywriter, videogrefer, youtuber, desainer, vokalis, drumer, gitaris, dan sebagainya. Semua profesi tersebut sangat potensial sebagai sarana menjemput rezeki kita. Tinggal pilih saja sesuai dengan minat dan ketertarikan kita.

Selanjutnya, dalam penelitian Ririn (2017), dijelaskan bahwa ada empat peran ekonomi kreatif terhadap pengembangan jiwa entrepreneurship. Di antaranya yaitu: 1) Memberikan stimulus perilaku kreatif dan inovatif atas suatu produk/jasa; 2) Mengeksplorasi dan mengasah kemampuan/skill sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja; 3) Memberikan pengetahuan dengan metode learning by doing sehingga pelaku usaha dapat mempraktikkan secara langsung materi dan segera mengevaluasi kekurangan dan kesalahan; 4) Memberikan pelatihan tentang analisis SWOT (Strenght, Weakness, Oppurtunity, dan Threat). Hemat saya, dengan terjun dalam ekonomi kreatif, pemuda akan dituntut cekatan membaca peluang. Juga dituntut untuk lebih berani mengambil risiko. Semua itu tiada lain tiada bukan untuk kemajuan usahanya.

Terakhir, kaum muda sebagai harapan bangsa, sangat dinantikan perannya dalam menggerakkan ekonomi kreatif. Sebab, saya pribadi sungguh sangat meyakini bahwa kaum muda bisa berperan sebagai konseptor, insiator, dan sekaligus aktor yang mampu membuat industri kreatif di negeri ini lebih bergairah. Gagasan dan aksi nyata kaum muda dalam menciptakan suatu produk/jasa yang baru dan berbeda bisa membuat industri kreatif di negeri ini lebih maju. Rasa-rasanya, kaum muda kita tidak hanya bisa menjadi konsumen, namun juga produsen yang mampu menghasilkan karya-karya luar biasa. Perlu dipertegas lagi bahwa pemuda adalah subjek perubahan, Bukan sekadar objek perubahan. Pemuda harus bangun jiwa dan raganya untuk bergotong-royong mengembangkan ekonomi kreatif di negeri ini. Sebab, kita adalah macan, bukan kucing. Mentalitas sebagai petarung pelu dipupuk dari sekarang.

 

Tags: pemudaPenggerak Ekonomi Kreatif
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper