BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat pondasi pendidikan keagamaan. Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby merespons cepat aspirasi masyarakat, dengan menyalurkan bantuan renovasi total untuk bangunan TPA Darul Falah yang berlokasi di Kecamatan Cempaka.
Bangunan terstruktur kayu tersebut, dahulunya difungsikan sebagai kantor pembakal (kepala desa) setempat. Seiring perkembangan zaman dan dinamika tata wilayah, bangunan tersebut sempat tidak terpakai dan beberapa kali dialihfungsikan oleh masyarakat setempat, sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan.
Baru sejak tahun 2000-an, bangunan ini dimanfaatkan menjadi sarana pembelajaran Al Qur’an di bawah naungan TPA Darul Falah.
Namun, pemanfaatan yang lebih dari 20 tahun tanpa perbaikan menyeluruh, kondisi fisik fasilitas pendidikan ini telah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan. Konstruksi fisik bangunan berbahan dasar kayu tersebut mengalami penurunan kualitas yang cukup signifikan, sehingga dinilai tak lagi ideal maupun aman untuk menyokong proses belajar-mengajar.
Dinding papan kayu tampak mengelupas dan lapuk dimakan usia. Engsel dan struktur pintu utama kian reot, bahkan nyaris jebol.
Plafon ruangan pun dipenuhi bercak air yang menghitam, menandakan bahwa setiap kali hujan deras mengguyur kawasan Cempaka, kebocoran atap terjadi di berbagai titik dan menggenangi area belajar para santri.
Meskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak di lingkungan sekitar. Saat ini, sebanyak 60 orang santri tercatat aktif menimba ilmu di TPA Darul Falah.
Aktivitas belajar di tempat ini difokuskan untuk jenjang pembelajaran Iqra, sementara untuk pembelajaran jenjang Al Qur’an dialihkan ke lokasi pendukung lainnya.
Kepala TPA Darul Falah Nayli Kurata Aini mengaku terharu dan bersyukur atas perhatian, serta tindakan sigap yang ditunjukkan langsung jajaran pimpinan daerah Kota Banjarbaru.
“Sejak dahulu, jujur belum pernah ada bantuan resmi dari pemerintah yang mengalir ke TPA kami. Apabila ada kebutuhan mendesak atau kerusakan fasilitas yang harus segera ditangani, selama ini kami murni mengandalkan swadaya pengurus serta sumbangan sukarela dari para orang tua santri,” ujar Nayli.
Ia mengatakan, pengajuan permohonan bantuan renovasi yang disampaikan pihak pengelola, mendapat penanganan yang tergolong sangat cepat dari orang nomor satu di Banjarbaru ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada ibu wali kota, karena pengajuan kami terkait renovasi bangunan ini langsung direspon cepat tanpa penundaan. Terima kasih banyak ibu wali kota, semoga berkah, selalu sehat, dan dilancarkan dalam menjalankan tugas memimpin daerah. Mudah-mudahan dengan renovasi ini nantinya, para santri kami bisa makin semangat menuntut ilmu dalam kondisi bangunan yang aman, kokoh, dan nyaman,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Riduan, selaku pengurus TPA Darul Falah yang menyampaikan kalau kehadiran pemerintah daerah di tengah-tengah fasilitas keagamaan, merupakan hal yang sangat dirindukan oleh masyarakat Cempaka.
“Kami masyarakat sangat mengharapkan bantuan seperti ini dari pemerintah, apalagi ini bangunan yang diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu wali kota yang telah membantu renovasi TPA Darul Falah ini,” kata Riduan.
Langkah taktis dan responsif dari Pemko Banjarbaru ini bukan sekadar perbaikan fisik semata, melainkan juga bukti nyata dari implementasi Misi Pembangunan Kota Banjarbaru 2025–2030, khususnya pada pilar Mewujudkan SDM Kota Banjarbaru yang Religius, Bersosial, dan Berbudaya.
Melalui penataan dan revitalisasi sarana pendidikan keagamaan non formal di tingkat kelurahan, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa proses pembentukan generasi penerus yang berakhlak mulia, dapat berlangsung dalam lingkungan yang memadai dan aman. ril/dio
