BANJARMASIN – Perusahaan Daerah (Perusda) PT Bangun Banua, Kalimantan Selatan melaksanakan dialog terbuka bersama ratusan insan pers, dari PWI Kalsel, JMSI Kalsel, IJTI Kalsel, disalah satu hotel di Banjarmasin.

Dialog tersebut sebagai upaya memperkuat transparansi, dengan membangun kepercayaan publik, membuka ruang komunikasi lebih luas perusahaan daerah dan masyarakat.

Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel, H Afrizaldi SI Kom mengatakan dialog yang diikuti jajaran direksi, dewan pengawas dan ratusan jurnalis dari media yang ada di Kalimantan Selatan.

“Hari ini kita saling bertukar pikiran mengenai perkembangan bisnis perusahaan daerah serta kontribusinya untuk kemajuan Kalsel,” ucapnya.

Kegiatan ini berawal dari keinginan rekanan wartawan untuk melaksanakan dialog terbuka lewat forum diskusi santai dan ramah.

“Kita akan menciptakan ruang dialog, saling memberikan masukan semua gasan kemajuan Kalsel lewat perusahaan daerah. Saya meyakini insan pers memiliki wawasan luas berbagi pandangan konstruktif berkembangnya perusahaan,” katanya, di Banjarmasin, Kamis (6/8).

Afrizal berharap, forum ini juga sebagai ajang PT Bangun Banua memperkenalkan berbagai unit usaha dan program yang tengah dijalankan ke masyarakat bersama awak media.

Afrizal tidak menampik Perusda Kalsel juga menghadapi berbagai tantangan untuk membangun kepercayaan mitra usaha perlunya dukungan awak media untuk ke masyarakat. Informasi terbuka menjadi salah satu langkah penting perusahaan.

“Dialog saat ini adalah upaya PT Bangun Banua menjawab berbagai pertanyaan dan keresahan masyarakat. Kita maunya terbangun kembali kepercayaan publik, supaya PT Bangun Banua semakin sehat, profesional dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Kalimantan Selatan,” harapnya.

Ia mengakui pertama kali diminta Gubernur Kalsel sebagai Dirut Perusda kalsel ada keraguan dari publik dari kemampuannya untuk mengelola badan usaha milik daerah. Tantangan ini sudah terjawab lewat kerja nyata dan peningkatan kinerja perusahaan.

“Grafik keuangan, perkembangan bisnis perusahaan, menunjukkan tren positif, bukti bila perusahaan daerah mampu bersaing yang bermanfaat di masyarakat,” tambahnya.

Kolaborasi perusahaan dan media, selaku penyampai informasi akurat di masyarakat. Kritik atau masukan dari wartawan menjadi energi positif endorong perbaikan. Inovasi di lingkungan perusahaan.

“Kita terbuka untuk dikritik dan masukan atau saran yang sifatnya membangun dan bila kurang panatas silakan beritahu, rekanan media menjadi mitra strategis mengawal kemajuan perusahaan daerah,” tutupnya. sam/ani