JAKARTA – Pedagang bendera merah putih dan pernak-pernik mu­lai ramai di jalan-ja­lan jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke­mer­­dekaan ke-81 Republik In­do­nesia (RI). Mi­salnya bisa di­lihat di sepanjang Jalan Mat­ra­man, Jakarta Timur (Jaktim). Mes­ki me­reka merupakan pe­da­gang musiman, tetapi ada cukup ban­yak di sepanjang jalan ter­sebut.

Mengapa disebut pedagang mu­siman? Ka­rena memang me­re­ka hanya berdagang se­tahun sekali jelang HUT Kemerekaan RI 17 Agustus.

Menurut salah satu pedagang ber­nama Wirya, dirinya sudah mu­lai berjualan ben­dera merah pu­tih dan pernak-pernik 17 Agus­­tus lainnya sejak 25 Juli 2026.

Wirya mengaku, untuk harga, tak ada pe­rbedaan dengan tahun 2025 lalu. Be­be­ra­pa barang da­ga­ngannya adalah bendera ke­cil se­pasang untuk motor seharga Rp5.000.

Lalu untuk bendera merah pu­tih, harga pa­ling murah Rp 25.000 dan termahal bisa Rp 250.000 tergantung dengan uku­rannya.

Sedangkan bendera panjang atau bac­k­ground, menurut Wirya, har­ganya mulai Rp 200.000 un­tuk panjang 5 meter hingga Rp 350.000-Rp 400.000 sepanjang 10 meter.

“Aksesoris paling murah Rp 10.000, ma­cem-macem har­ganya, ada juga lampion me­rah pu­tih paling mahal Rp 60.000,” ujar Wirya.

Wira mengaku, dagangannya pada ta­hun ini lebih sepi jika di­ban­dingkan dengan 2025 lalu. Dia akan berdagang hingga 17 Agus­­­tus 2026. “Pembeli sepi da­ripada ta­hun lalu, biasanya dari mulai tanggal 1 (Agus­tus) juga udah ramai,” tutur Wira.

Ka­lah dengan Pedagang Online

Hal senada juga disampaikan Yono yang mulai berdagang pa­da 1 Agustus hi­ng­ga 17 Agus­tus 2026. Dia mengaku, harga ben­dera merah putih dan pernak-per­nik 17 Agustus sama dengan tahun lalu.

Harga yang ditawarkan Yono juga tak ja­uh berbeda de­ngan Wirya. Pernak-pernik 17 Agustus yang ditawarkan juga be­ragam, ada bendera merah pu­tih kecil, balon, lam­pion, hiasa kepala bendera merah putih, hi­ngga hiasan sepeda.

Yono juga mengaku da­ga­ng­annya pada tahun ini lebih sepi pem­beli. Menurut dia, hal itu dika­renakan kalah dengan penjual online. “Sepi, padahal harga sama. Kita kalah sama yang jual online, mereka beli banyak terus jual grosir. Kita yang pedagang kecil begini, kalah,” ujar Yono. lp6/mb06