BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas ESDM terus mendorong pemerataan akses listrik melalui program pembangunan jaringan listrik dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Pada tahun 2026, melalui APBD, pemasangan sambungan listrik gratis telah direalisasikan di dua kabupaten, yakni Tanah Bumbu dan Tanah Laut, dengan capaian 100 persen.

Plt Kepala ESDM Provinsi Kalsel,Ir H Endarto sementara itu, program BPBL yang didanai APBN pada semester II 2026 memasuki tahap survei yang dilakukan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan bersama PLN. “Survei dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai, serta Tanah Laut, dengan memanfaatkan data hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” ujar Endarto seusai rapat dengan Komisi III DPRD Kalsel di Banjarmasin,Selasa (4/8) siang.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Kalimantan Selatan untuk memastikan seluruh desa di Kalimantan Selatan telah memperoleh akses jaringan listrik dan bantuan pemasangan listrik gratis paling lambat tahun 2029, sesuai roadmap nasional.

“Mengingat keterbatasan anggaran daerah, pemerintah provinsi juga terus mengoptimalkan dukungan pendanaan dari APBN melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, bantuan dari pemerintah pusat ditargetkan menjangkau sekitar 1.800 pelanggan.

Pada tahun 2027, pendataan akan kembali diperbarui agar wilayah yang belum terlayani dapat diusulkan memperoleh bantuan tambahan, baik melalui APBD maupun APBN.

Program BPBL diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Persyaratan penerima antara lain memiliki rumah sendiri serta masuk kategori masyarakat miskin yang dibuktikan dengan keterangan dari kepala desa dan diverifikasi hingga tingkat kabupaten sebelum diusulkan ke pemerintah provinsi, PLN, dan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

Selain bantuan pemasangan sambungan listrik, pemerintah juga terus memperluas pembangunan jaringan listrik.

Pemerintah kabupaten dan kota diminta turut membantu menyelesaikan berbagai kendala di lapangan, seperti persoalan lahan maupun hambatan infrastruktur lainnya, agar pembangunan jaringan dapat berjalan lancar.rds