JAKARTA – Direktur Utama Pe­rum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan Bulog mem­prioritaskan penggilingan pa­di milik rakyat sebagai mitra gu­na memperkuat ekonomi dae­rah dan meningkatkan ke­se­jah­te­raan masyarakat.

Rizal mengatakan kebijakan ter­sebut sejalan dengan arahan Pre­siden Prabowo Subianto agr Bu­log lebih banyak melibatkan pe­ng­gilingan kecil dibandingkan ha­nya mengandalkan pe­ng­gi­li­ng­an berskala besar dalam pro­ses pengolahan cadangan beras pe­merintah (CBP) secara na­si­o­nal.

“Sesuai arahan Bapak Pre­si­den, agar Bulog mem­ber­da­ya­kan penggilingan-penggilingan ke­cil yang miliknya masyarakat un­t­uk menjadi lebih di­ber­da­ya­kan, hidup kembali. Karena di era-era yang lalu lebih cen­de­rung menggunakan pe­ng­gi­li­ng­an-penggilingan besar,” kata Rizal saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan hal itu ke­tika dikonfirmasi mengenai in­spek­si mendadak yang di­la­ku­kan di salah satu mitra maklon pe­n­ggilingan padi di Desa Tu­ri­tem­pel, Kecamatan Guntur, Ka­bu­paten Demak, Jawa Tengah.

Ia menjelaskan kemitraan de­ngan penggilingan rakyat di­ha­rapkan mampu menghidupkan kem­bali usaha penggilingan kecil se­hingga manfaat ekonomi dapat di­rasakan langsung oleh mas­ya­ra­kat di berbagai daerah In­do­ne­sia.

“Nah, ini kita sudah balik, kita putar balik, kita prioritas ma­lah kepada penggilingan-pe­ng­gilingan yang dimiliki oleh rakyat, sehingga untuk pem­berdayaan masyarakat dan me­ni­ngkatkan ekonomi rakyat di ma­sing-masing daerah,” ujar dia.

Bulog mencatat mitra peng­gi­lingan padi yang bekerja sama se­cara nasional telah mencaai pu­luhan ribu unit sehingga ja­ri­ngan pengolahan beras semakin lu­as dan mendukung penguatan ke­tahanan pangan nasional. “Wah, kalau nasional puluhan ri­bu yang sudah kami kerja sa­ma­kan,” katanya.

Meski begitu, Rizal me­ne­gas­kan seluruh mitra tetap wajib me­menuhi standar kualitas beras pe­merintah agar hasil produksi m­e­miliki mutu yang baik serta d­a­pat dimanfaatkan untuk ber­ba­gai kebutuhan penugasan Bu­log.

“Kami sudah me­ng­in­struk­si­kan kepada seluruh jajaran agar menjaga kualitas yang di­te­tap­kan oleh pemerintah, yaitu beras me­d­ium dengan pecahan 25 persen, kadar air 14 persen, dan me­nirnya 2 peren, derajat so­soh,” katanya menambahkan.

Rizal menyebutkan ca­da­ng­an beras pemerintah yang di­ke­lo­la BUMN sektor pangan itu hi­ngga 29 Juli 2026 mencapai 5,4 juta ton, termasuk hasil penyerapan gabah petani nas­io­n­al hampir 3,5 juta ton.

Stok beras tersebut sebagai ka­talisator untuk bantuan pang­an, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), mau­pun diolah menjadi beras ko­mersial sesuai kebijakan pe­me­rintah.

Ia mengakui sebagian peng­gi­lingan kecil masih memiliki keterbatasan peralatan modern se­perti color sorter sehingga Bu­log terus mlakukan pembinaan agar kualitas hasil pengolahan semakin meningkat. ant/mb06