BANJARBARU – Dinas Perkebunan dan Pe­ter­nak­an Provinsi Kalimantan Selatan akan men­do­rong koperasi kelapa sawit dan karet di Ba­nua untuk menjalin kerja sama dengan Ko­pe­ra­si Merah Putih (KMP).

“Kita akan mendorong pu­luhan koperasi sektor perkebunan ke­lapa sawit dan karet untuk menjalin kerja sama dengan Ko­perasi Merah Putih di Kalsel,” ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh Hj Suparmi, di Banjarbaru, Rabu (29/7).

Hal itu disampaikannya usai melakukan pertemuan dengan se­jum­lah tenaga ahli gubernur (TAG) Kalsel terkait pem­ba­ng­un­an bidang perkebunan dan pe­ter­nakan di Kalsel.

Menurut Suparmi, di Kalsel sa­at ini telah berdiri sebanyak 86 ko­pe­rasi sektor perkebunan ke­pala sawit dan sebanyak 244 nit Pe­ngolahan dan Pemasaran Bo­kar (UPPB) karet yang tersebar di Kalsel.

“Kita selalu mensupport mitra strategis sektor perkebunan dan peternakan dalam upaya me­ningkatkan pendapatan pekebun dan peternak di Kalsel,” katanya.

Suparmi berharap melalui kerj­a sama antara KMP dengan ko­pe­rasi sektor perkebunan ke­lapa sawit dan karet tersebut akan ada diversifikasi perkebunan dan pe­ternakan yang mampu me­ni­ng­katkan pendapatan pekebun dan peternak.

Dari KMP itu, sebut Suparmi, koperasi sektor per­ke­bun­an dan peternakan bisa mem­beli kebutuhan untuk pupuk bagi pe­ngembangan perkebunan sawit dan karet, sebaliknya KMP bisa mem­beli hasil produk per­ke­bunan.

Selain itu, sebut Suparmi, me­­lalui kerja sama itu koperasi sek­tor perkebunan kelapa sawit dan karet bisa mendapatkan per­modalan untuk pengembangan bu­didaya sektor perkebunan sawit dan karet.

Dalam kesempatan itu, Suparmi juga menyebutkan Di­nas Perkebunan dan Peternakan Kal­sel mendapat alokasi peng­em­bangan kelapa dalam tahun 2026 seluas 1.100 hektar yang didanai Badan Pengelola ana Perkebunan (BPDP).

Rencana pengembangan ke­pala ganjeh di Kalsel itu, sebut Suparmi, berada di Kabupaten Ba­rito Kuala (Batola) seluas 600 hek­tar dan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) seluas 500 hektar. Untuk pengolahan kelapa dalam tersebut, tambahnya, akan di­bangun pabrik di eks pabrik ply­wood, Daya Daya Sakti, di Ka­bupaten Batola. ani