JAKARTA – Kementerian Energi dan Sum­ber Daya Mineral (ESDM) masih meng­hitung harga keekonomian yang sesuai untuk Pertamax di tengah anjloknya harga min­yak global.

Melansir CNN Internasional, harga minyak global anjlok pada penutupan per­da­gangan Senin.

Hal ini tak lepas dari Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mulai berhenti saling men­yerang. Tercatat, harga kontrak ber­jangka Brent ditutup turun 11,3% ke level US$85,87 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun % ke level US$82,61 per barel.

Terkait hal itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax memang me­ngikuti harga pasar. Oleh karena itu, pihaknya masih menanti perkembangan geo­politik global.

Menurutnya, ketidakpastian global ma­sih membayangi harga minyak. Yuliot bah­kan mengatakan, harga minyak global masih be­rada di level yang tinggi. Sebab, asumsi har­ga minyak mentah Indonesia atau In­do­ne­sian Crude Price (ICP) dalam Anggaran Pen­dapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berada di level US$70 per barel.

Oleh sebab itu, pihaknya masih me­ng­hitung harga keekonomian yang sesuai un­tuk Pertamax. “Jadi nanti akan dihitung BPP [biaya pokok penyediaan]-nya Per­tamina plus itu keuntungan. Jadi nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba me­lihat kira-kira harga yang ini keekonomian ki­ra-kira bagaimana,” kata Yuliot.

Kendati demikian, Yuliot memastikan bah­wa jika harga minyak global turun, maka terdapat potensi harga BBM nonsubsidi di dalam negeri ikut turun.

“Termasuk kalau potensi nanti ini harga itu secara rata-rata turun, ya tentu dari Per­ta­mina akan menyesuaikan harga,” tutur Yuliot.

Adapun, harga Pertamax pada Juli ini be­rada di level Rp16.250 per liter. Harga itu masih sama dibanding bulan se­be­lumnya, tetapi masih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang berada di level Rp12.300 per liter.

Harga minyak global belakangan turun sei­ring dengan tensi konflik Timur Tengah ya­ng mulai dingin. AS menghentikan sera­ngkaian serangannya ke Iran. Iran se­belumnya mengindikasikan akan berhenti me­lakukan seangan selama AS juga me­nahan diri. bisn/mb06