SOLUSI PUNYA RUMAH – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) telah meluncurkan program akses pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di sektor informal, dengan memberikan solusi menguntungkan untuk mereka yang tidak sanggun embayar uang muka secara langsung. Calon nasabah diarahkan untuk menabung secara rutin selama 3-6 bulan melalui aplikasi digital guna membangun histori transaksi.(foto:mb/ant)

JAKARTA – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) meluncurkan program BSN Siap KPR un­tuk memperluas akses pembiayaan pe­ru­mah­an bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di sektor informal, sekaligus membantu me­nekan angka backlog perumahan nasional.

Program ini mendorong ca­lon debitur membangun rekam je­jak (track record) transaksi per­ban­kan melalui kebiasaan me­na­bung sebelum mengajukan KPR subsidi.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan bah­wa langkah strategis lainnya di­tunjukkan dengan perolehan kuota penyaluran KPR subsidi se­banyak 73.700 unit pada 2026. Ang­ka ini meningkat 34,8% di­ban­dingkan realisasi tahun se­belumnya yang mencapai 54.700 unit.

BSN menilai peningkatan kuota tersebut mencerminkan be­sarnya kepercayaan pemerintah ter­hadap peran BSN dalam mem­perluas kepemilikan rumah.

“Sektor perumahan me­ru­pa­kan salah satu kekuatan dan iden­titas utama BSN. Kuota 73.700 unit tahun ini menunjukkan be­sar­nya tanggung jawab seka­li­gus ke­percayaan yang diberikan kepada BSN untuk mendukung program perumahan nasional,” ujar Alex, dikutip Sabtu.

Hambatan utama MBR dalam memperoleh KPR bukanlah ke­mampuan membayar cicilan, melainkan belum adanya rekam jejak keuangan yang memadai. Me­lalui BSN Siap KPR, calon nasabah diarahkan untuk me­na­bu­ng secara rutin selama 3-6 bulan melalui aplikasi digital guna membangun histori transaksi se­kaligus meningkatkan literasi ke­uangan.

Bank BSN menargetkan program tersebut mampu me­n­ja­ng­kau 1.000 calon nasabah dari mit­ra pengembang hingga akhir 2026. Secara keseluruhan, per­se­roan mencatat realisasi pem­bi­a­yaan KPR telah mencapai 82%dari target tahunan hingga Juni 2026.

“Seribu calon nasabah bukan se­kadar angka bisnis, melainkan ada seribu keluarga di dalamnya yang sedang berusaha men­de­kat­kan diri pada impian memiliki ru­mah,” kata Alex.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Pe­ru­mah­an dan Kawasan Permukiman (PKP), Sri Hartati, menilai pen­dekatan edukasi melalui ke­bi­a­saan menabung mampu me­nj­awab tantangan backlog ke­pe­mi­likan rumah nasional yang masih men­capai 9,97 juta rumah tangga berdasarkan Susenas BPS.

“Masyarakat pekerja in­for­mal diberikan kesempatan untuk me­nabung terlebih dahulu. De­ngan begitu, dari sisi perbankan da­pat memastikan kualitas kredit te­tap terjaga dan memitigasi risiko kre­dit bermasalah. Ini terobosan ya­ng sangat baik agar pekerja in­formal betul-betul bisa kita dorong men­daatkan akses rumah sub­sidi,” ujar Sri.

Sri menambahkan, target pen­yaluran KPR rumah tapak sub­sidi Bank BSN pada 2026 men­capai 69.636 unit. Hingga per­te­ngahan Juli 2026, realisasi pen­yaluran telah mencapai 29.309 unit atau setara 42,09% dari target.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan bahwa pe­me­rintah terus berusaha me­ng­urangi hambatan akses KPR sub­sidi, baik dari sisi permintaan (de­mand) maupun pasokan (sup­ply). lp6/mb06