JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga men­yi­apkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kenaikan permintaan Pertalite seiring per­geseran konsumsi masyarakat dari bahan ba­kar minyak (BBM) nonsubsidi setelah pen­ye­su­aian harga pada April 2026.

Corporate Secretary Per­ta­mi­na Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan perse­ro­an terus memantau dan me­ngevaluasi penyaluran Pertalite se­tiap hari guna memastikan dis­tribusi tetap tepat sasaran dan se­su­ai penugasan pemerintah.

Menurutnya, hingga kini be­lum ada indikasi penyaluran Pertalite akan melampaui asumsi yang telah ditetapkan. Fokus uta­ma perusahaan adalah menjaga distribusi sesuai ketentuan. “Pertamina tetap menjaga pen­ya­lur­an Pertalite supaya tepat sa­saran dan sesuai penugasan dari pe­merintah termasuk memonitor dan mengevaluasi peyaluran se­ca­ra harian,” katanya Rabu (22/7).

Untuk mengantisipasi potensi ke­naikan permintaan dalam jang­ka panjang, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat pe­ng­a­wasan distribusi bersama regu­lator dan pemangku kepentingan guna mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Adapun terkait kemungkinan penambahan kuota Pertalite apabila konsumsi terus me­ni­ng­kat, Roberth mengatakan Perta­mina akan mengikuti kebijakan pemerintah melalui koordinasi de­ngan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ser­ta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Mi­gas).

Menurutnya, koordinasi ter­sebut diperlukan untuk me­nen­tu­kan langkah strategis apabila rea­lisasi penyaluran mendekati kuota yang ditetapkan dalam APBN. “Pertamina selalu ber­koor­dinasi dengan pemerintah, Kementerian ESDM, dan BPH Migas untuk menentukan lang­kah strategis yang diambil,” katanya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Nia­ga mengungkap penyesuaian harga BBM nonsubsidi atau jenis bahan bakar umum (JBU) pada 18 April 2026 mendorong pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM bersubsidi. Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan perubahan perilaku tersebut tercermin dari kom­posisi konsumsi BBM na­sional dalam beberapa bulan te­rak­hir. Menurutnya, konsumsi Per­talite dan Biosolar meningkat setelah penyesuaian harga BBM non­subsidi. Pada Juli 2026, konu­msi kedua jenis BBM bersubsidi tersebut naik sekitar 9,4%. “Sejak Pertamina mela­ku­kan penyesuaian harga khu­susnya BBM JBU per 18 April yang lalu, telah terjadi perubahan perilaku konsumen untuk kon­sumsi BBM yang saat ini terjadi peningkatan konsumsi BBM khususnya produk BBM PSO baik itu Pertalite maupun Bioso­lar,” ujarnya.

Eko menjelaskan pergeseran paling besar terjadi pada kon­sumsi bensin. Pada Januari hi­ngga Mei 2026, porsi Pertalite men­capai 75,4% dari total kon­sumsi bensin nasional. Per Juli 2026, pangsa konsumsi Pertalite meningkat menjadi sekitar 80,5%. bisn/mb06