BANJARBARU – Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (KKKSD) Kota Banjarbaru menggelar rapat roordinasi (rakor) di SD Al Halaby Islamic School, Senin (20/7).

Forum strategis ini mempertemukan seluruh elemen pimpinan sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, guna membahas masa depan ekosistem pendidikan dasar di Kota Banjarbaru.

Acara yang dikemas dalam konsep silaturahmi dan bincang santai tersebut, dirancang untuk mencairkan sekat birokrasi. Dengan begitu, para kepala sekolah dapat lebih leluasa berdiskusi, mengevaluasi kebijakan, serta mencari solusi atas hambatan nyata yang terjadi di lapangan.

Rakor KKKSD kali ini menjadi ruang diskusi yang cukup intens, karena menyentuh berbagai isu sensitif di tingkat dasar.

Ada empat poin utama yang menjadi fokus pembahasan para peserta rapat, yakni Evaluasi SPMB dan MPLS sekolah dasar, pendidikan inklusi di Kota Banjarbaru, pembelajaran berbasis kearifan lokal, serta pemecahan masalah lainnya yang terjadi di tingkat pendidikan dasar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Abdul Basid yang mewakili Wali Kota Banjarbaru dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dari pemerintah daerah atas kerja keras para guru di garda terdepan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas sumbangsih, dedikasi, pemikiran, dan inovasi selama ini dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah masing-masing,” ucap kepala dinas, membacakan sambutan tertulis Wali Kota Banjarbaru.

Ia juga menegaskan, kerja keras para kepala sekolah merupakan implementasi nyata dari visi-misi Pemerintah Kota Banjarbaru. Penguatan sektor pendidikan menjadi pilar utama untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Banjarbaru, yang tidak hanya unggul secara akademik, melainkan juga memiliki akhlak yang mulia.

“Misi pembangunan kota tersebut merupakan upaya pemerintah untuk membangun karakter dan kapasitas SDM di Kota Banjarbaru, yang merupakan salah satu pondasi utama dalam pembangunan,” katanya.

Wali Kota Banjarbaru menaruh harapan besar terhadap eksistensi KKKSD ke depan. Forum ini diminta tidak sekadar menjadi tempat berkumpul rutin, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat inovasi pendidikan yang dinamis.

Pemerintah Kota Banjarbaru berharap KKKSD Kota Banjarbaru terus menjadi wadah yang mampu memperkuat komunikasi antar sekolah, menjadi tempat saling berbagi praktik positif, serta melahirkan berbagai inovasi baru dalam dunia pendidikan.

“Mari kita terus bergandeng tangan untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta siap menjadi penerus yang akan membawa Kota Banjarbaru semakin maju,” ucap Basid.

Berdasarkan data, anggota KKKSD yang juga merupakan kepala sekolah dasar di Banjarbaru berjumlah 94 orang, yang terdiri dari 68 kepala sekolah dasar negeri, 24 kepala sekolah dasar swasta, dan 2 kepala sekolah rakyat. ril/dio