JAKARTA – Wakil Ketua DPR Saan Mustopa meminta pemerintah merespons serius kasus siswa keracunan hingga alami gangguan ingatan karena Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
Saan menilai kasus tersebut telah masuk pada level yang memprihatinkan.
“Jadi sekali lagi apa, kami meminta agar ditangani secara serius karena ini sudah pada level yang cukup memprihatinkan ya,” kata Saan di kompleks parlemen, Rabu (9/9), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem itu menilai kasus hilang ingatan yang diduga merupakan efek keracunan, masuk dalam kasus yang cukup berisiko dan berdampak kronis.
Oleh karena itu, Saan meminta pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) harus mengambil tindakan cepat dan serius. Dia juga ingin BGN menanggung biaya pengobatan korban yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Nah, karena itu, terkait dengan soal pembiayaan untuk pemulihan kesehatan anak tersebut juga perlu diperhatikan dan perlu untuk ditanggung secara sungguh-sungguh juga,” katanya.
Febiona Purba (16), siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), kini menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan setelah lebih dari tiga pekan berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Febiona awalnya mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya pada 13 Agustus. Namun, kondisi yang dialaminya kini semakin parah. Keluarga mengaku Febiona mengalami gangguan ingatan hingga kesulitan berbicara.
Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan Febiona telah tiga kali datang untuk menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit tersebut.
Meski begitu hingga saat ini, Rosario menegaskan tim medis belum dapat menyampaikan diagnosis maupun memastikan penyebab gangguan yang dialami Febiona.
“Saat ini dokter yang menangani masih belum bisa memberikan keterangan karena proses pemeriksaan masih berjalan,” katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut), Hamid Rijal Lubis mengaku belum menerima laporan resmi dari RSUP H Adam Malik mengenai kondisi terbaru Febiona, termasuk dugaan gangguan ingatan yang dialaminya.
Hamid karenanya tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan dari tim medis yang menangani Febiona.
“Nanti kita cek dulu ke tim medis Rumah Sakit Adam Malik. Sampai sejauh ini belum ada secara resmi ya, tertulis disampaikan kepada kami tentang isu yang disebutkan itu,” katanya.
Sementara, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan kondisi Febiona saat ini masih dalam pemantauan tim medis. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan untuk mengetahui kondisi fisiknya, tetapi juga untuk memastikan apakah gangguan yang dialami berkaitan dengan saraf atau faktor lainnya.
Menurut Bobby, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut dari tim medis. Hal itu diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialami Febiona.
“Nanti gangguan di sini perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah memang pengaruh dari otonomnya atau sarafnya atau yang lainnya,” ucapnya. web
