Banyak Keluarga Mampu Justru Dapat Bantuan

BANJARMASIN – Bantuan pangan program nasional Badan Urusan Logistrik (Bulog) yang dibagikan kepada warga Kelurahan Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan menuai protes. Pasalnya, sejumlah warga yang dinilai keluarga mampu justru mendapatkan bantuan pangan (bapang) beras sebanyak 10 kilogram.

Sekretaris RT 14 Kelurahan Pemurus Baru, Agustina mengatakan, banyak warga RT 14 yang sebenarnya layak untuk menerima bantuan tersebut malah tidak mendapatkannya.

Ia membeberkan satu persatu bukti warga mampu yang mendapatkan banpang tersebut. “Ini difoto rumahnya yang dapat bantuan beras itu, dia termasuk mampu karena memiliki usaha sewa rumah bedak,” ungkap Agustina saat rapat koordinasi kelurahan, di Kelurahan Pemurus Baru, Rabu (22/7).

Ada juga rumah tingkat tiga serta warga dengan usaha bengkel yang memiliki mobil. “Itu juga mendapatkan bantuan sosial, saya jadi heran kenapa mereka bisa dapat padahal tergolong mampu,” katanya.

Ia juga menyayangkan pembagian beras itu tidak melalui koordinasi para RT. Apalagi jika mengetahui bahwa beras yang dibagikan itu jumlahnya terbatas sehingga tidak bisa semua mendapatkannya.

“Jangan asal bagi aja, yang saya tahu warga mampu itu dapat mengambil setelah mendapatkan telepon dari ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), padahal tidak masuk data penerima bansos,” jelasnya.

Agustina juga mengaku beberapa kali menyodorkan data warga miskin dan menemui lurah setempat, agar bisa membantu mengajukan data yang sebenar-benarnya. Namun, dengan berbagai alasan, kelurahan tidak mau menerima laporan resmi warga tersebut.

Sementara, Lurah Pemurus Baru, Budi Rahmadani menjelaskan, penerima bantuan pangan tersebut mengacu pada data yang diserahkan oleh pihak Bulog. “Kami kelurahan hanya memfasilitasi saja pembagian beras itu sesuai dengan data yang diserahkan kepada kami,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, ada 35 RT dibagi sesuai kuotanya yang sesuai pula dengan data yang diserahkan kepada pihak kelurahan.

Demikian juga dengan proses pembagian bantuan beras yang juga menghadirkan perwakilan Dinas Sosial Kota Banjarmasin. “Kami ini melakukan pembagian beras sesuai dengan data dari bulog, namun saat itu kami akui, dari data bulog itu banyak juga yang tidak mengambil jatahnya,” ujarnya.

Beras yang tidak diambil itu dialihkan kepada warga lain. Sayangnya, pihaknya tidak mengacu lagi pada data dinas sosial ataupun rekomendasi para RT. “Nah, karena hari itu warga terus berdatangan sehingga beras itu dibagikan saja,” katanya.

Meski demikian, Budi berharap pihak bulog atau Dinas Sosial segera melakukan verifikasi data penerima bantuan sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan protes warga,” katanya. via