JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih meguji coba program kompor listrik.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) KementerianESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan tes sebelum program terebut dijalankan.
“Baru dites. Kita baru dites di BBSP (Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa). Jadi kita bekrja sama sama tim PLN, sama Universitas UGM, sama ITB,” ujar Eniya usai acara Pekan Riset Sawit Indonesia di Jakata Pusat, dikutip Antara.
Eniya menyebut tes tersebut juga sudah dilakukan bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemendikti Saintek) untuk menguji berbagai jenis kompor listrik serta efisiensi yang dihasilkan.
“Tes itu sedang kita lakukan sekarang. Perbdaan berbagai kompor listrik, terus nanti efisiensinya berapa,” katanya.
Kementerian ESDM masih menunggu hasil uji coba progrm kompor listrik rampung untuk menghitung proyeksi konsumsi listrik per bulan serta estimasi harga kompor listrik tersebut.
“Belum. Nah, berdasarkan itu nanti kita hitung konsumsi per bulan, terus kira-kira berapa harganya. Terus bagaimana konsepnya itu nanti ita bahas dulu dengan Pak Menteri,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Laadalia mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik pada 2027. Program tersebut dilakukan untk mengurangi ketergantungan impor LPG.
“Kompor listrik karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain. Jadi energi yang kita drong ke depan tidak hanya tentang LPG, tapi kompor listrik, CNG, macam-macam yang kita buat itu sebesar Rp815,56 miliar,” jar Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat. Selain program kompor listrik, Kementerian ESDM juga mengusulkan anggaran untuk program motor listrik sebesar Rp635,24 miliar.
Kedua usulan program tersebut termasuk dalam pagu indikatif untuk program strategis infrastruktur oleh Direktorat Jenderal Energi bar Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) sebesar Rp1.509 miliar.
Bahlil menyampaikan dalam pelaksanaannya nanti anggota DPR diharapan dapat membantu memetakan daerah-daerah yang berpotensi menjadi sasaran program tersebut.
“Ini saya pikir kita juga minta bntuan dari Bapak Ibu Anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya bisa ita melakukan kerjasama dan sinkronisasi,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, Bahlil mengajukan anggaran Kementerian ESDMsebesr Rp27,33 triliun pada 2027. Angka tersebut naik sebesar 26,11 persen dibandingkan anggaran pagu 2026 sebesar Rp21,67 triliun.
Anggaran pagu indikatif tersebut terdiri dari alokasi untuk program strategis infrastruktur sebesar 82 persen atau Rp22,48 triliun,belanja operasional sebesar 13 persen atau Rp3,56 triliun, dan publik non fisik sebesar 5 persen atau Rp1,3 triliun. cnn/mb06
