Jakarta – Aryna Sabalenka genap menghabiskan 100 pekan sebagai petenis nomor satu dunia WTA, menjadikannya petenis ke-10 yang mencapai pencapaian tersebut sejak peringkat WTA diperkenalkan pada 1975.

Juara Grand Slam empat kali itu kini bergabung dengan daftar legenda tenis putri yang pernah bertahan lebih lama di posisi puncak, yakni Steffi Graf, Martina Navratilova, Serena Williams, Chris Evert, Martina Hingis, Monica Seles, Iga Swiatek, Ashleigh Barty, dan Justine Henin, demikian dikutip dari WTA, Selasa.

Sabalenka, yang menutup musim 2024 dan 2025 sebagai petenis nomor satu dunia, juga membangun salah satu periode terpanjang di puncak peringkat WTA.

Saat ini ia telah mencatatkan 92 pekan berturut-turut sebagai petenis nomor satu dunia, melampaui catatan Monica Seles untuk masa kekuasaan tanpa putus terpanjang keenam sejak sistem peringkat WTA diberlakukan. Hanya Graf, Williams, Navratilova, Barty, dan Evert yang memiliki rekor lebih panjang.

Konsistensi tersebut juga membawanya menorehkan prestasi sebagai salah satu dari tujuh petenis abad ke-21 yang mampu mengakhiri dua musim berturut-turut sebagai petenis nomor satu dunia.

Sepanjang musim 2025, Sabalenka juga tidak pernah tergeser dari posisi teratas, mengikuti jejak Serena Williams (2014-2015) dan Ashleigh Barty (2020-2021). Selain mempertahankan peringkat, Sabalenka juga tampil impresif saat menyandang status petenis terbaik dunia.

Ia telah mengoleksi 106 kemenangan level tur sebagai petenis nomor satu dunia, menjadikannya perempuan kesembilan yang mampu menembus 100 kemenangan dengan status tersebut. Dari 100 pertandingan pertamanya sebagai petenis nomor satu, Sabalenka memenangi 82 laga, mencapai 11 final, dan merebut lima gelar.

Pada level WTA 1000, Sabalenka juga menunjukkan dominasi. Sejak format tersebut diperkenalkan pada 2009, ia telah mencapai lima final WTA 1000 saat berstatus petenis nomor satu dunia, menyamai catatan Victoria Azarenka sebagai yang terbanyak ketiga setelah Serena Williams dan Iga Swiatek.

Sabalenka membukukan empat kemenangan dan satu kekalahan dalam lima final tersebut, serta mencatatkan 46 kemenangan pertandingan WTA 1000 sebagai petenis nomor satu dunia, terbanyak ketiga dalam sejarah format itu.

Kesuksesan Sabalenka juga berlanjut di ajang Grand Slam. Pada abad ke-21, hanya Serena Williams yang lebih sering mencapai final tunggal Grand Slam sebagai petenis nomor satu dunia.

Sabalenka telah empat kali melakukannya, menyamai catatan Iga Swiatek, dan empat final tersebut merupakan separuh dari total delapan final Grand Slam tunggal yang telah ia capai sepanjang karier.

Pada awal musim ini, Sabalenka juga menjadi petenis kedua setelah Steffi Graf yang mampu menyapu gelar Sunshine Double — menjuarai turnamen WTA 1000 di Indian Wells dan Miami pada musim yang sama — saat berstatus petenis nomor satu dunia, sekaligus melengkapi pencapaiannya yang kini telah mencapai 100 pekan di puncak peringkat WTA. ant