BANJARMASIN-Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsel HM Rosehan NB pantau langsung Jalan Sungai Lulut yang terbelah dan runtuh.

Permasalahan jalan ini bukan hanya menyangkut akses menuju Kabupaten Banjar, tetapi juga digunakan oleh masyarakat umum dan kendaraan swasta. “Karena itu, kami berharap Dinas PUPR memiliki jadwal penanganan yang jelas agar masyarakat mengetahui proses perbaikannya dan tetap merasa nyaman.

Sejak dulu saya sudah menyampaikan bahwa titik ini merupakan lokasi yang berbahaya. Namun, anggaran pemeliharaan, khususnya untuk ruas Jalan Matapura Lama, masih sangat terbatas,” ujar Rosehan di Banjarmasin,Rabu (15/7) malam.

Bukan berarti mengabaikan jalan lain, tetapi jalan ini merupakan salah satu jalur utama yang sudah lama digunakan masyarakat.

“Saya mendapat informasi dari Pak Yasin bahwa penanganan diperkirakan selesai dalam waktu sekitar tiga minggu hingga satu bulan. Saya mendukung penutupan jalan secara total selama proses pekerjaan berlangsung, meskipun masyarakat harus menggunakan jalur alternatif. Yang terpenting, pekerjaan bisa selesai dengan baik dan menghasilkan perbaikan yang maksimal,”jelasnya.

Ia berharap pada tahun anggaran berikutnya, dana untuk perbaikan jalan ini dapat ditambah.

Jenis penanganannya, apakah menggunakan hotmix, beton, atau metode lainnya, tentu perlu dikaji oleh pihak teknis agar hasilnya benar-benar tahan lama.

Ia juga meminta Dinas PUPR lebih sigap dalam menangani kondisi darurat seperti ini, bukan hanya dari sisi peralatan, tetapi juga menyiapkan tenaga yang benar-benar memahami penanganan kerusakan jalan.

“Selama kurang lebih 15 tahun saya memperjuangkan agar ruas ini dapat dikembangkan menjadi dua jalur. Dengan demikian, arus lalu lintas dari Banjarmasin menuju Matapura dan sebaliknya dapat lebih lancar serta mengurangi kemacetan,” tandasnya.

Selain itu, ia meminta pemerintah segera mengatur pembatasan tonase kendaraan yang melintasi Jalan Matapura Lama agar kondisi jalan tidak semakin cepat rusak.

Kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait, ia menunggu langkah nyata. Masyarakat membutuhkan tindakan, bukan hanya pembahasan.

Selama proses perbaikan berlangsung, ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif dan bersabar hingga pekerjaan selesai dalam waktu sekitar 21 hingga 30 hari.

“Saya sendiri akan terus memantau perkembangan di lapangan. Sejak tahun 2004 saya sudah beberapa kali menyuarakan persoalan jalan ini,” tegasnya.

Setiap tahun memang ada anggaran pemeliharaan, tetapi jumlahnya masih sangat terbatas sehingga belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

“Terakhir, saya mengimbau masyarakat, termasuk warga di sekitar lokasi pekerjaan, agar bersama-sama mendukung proses perbaikan. Mari saling memahami selama ada gangguan lalu lintas sementara,” tambahnya.

Sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi seluruh pengguna jalan.rds