AMUNTAI – Bupati HSU H Sahrujani menerima audiensi 9 pasang Finalis Nanang Galuh Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Tahun 2026 di ruang kerja Bupati HSU, kemarin.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh motivasi, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap generasi muda yang memiliki potensi sebagai duta budaya dan pariwisata daerah.
Dalam kesempatan tersebut, H. Sahrujani memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar terus berjuang mengembangkan kemampuan, menjaga kedisiplinan, serta memanfaatkan kesempatan yang telah diraih dengan sebaik-baiknya.
“Kalian adalah anak-anak yang beruntung karena bisa berada pada posisi seperti sekarang ini. Teruslah berusaha dan disiplin. Kesempatan ini jangan disia-siakan, karena tidak semua orang bisa mendapatkannya,” ujar Sahrujani.
Sahrujani kemudian, membagikan kisah perjuangannya semasa muda. Ia mengaku pernah memiliki keinginan yang sama untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mengembangkan diri. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat cita-cita tersebut belum dapat terwujud.
“Dulu saya sangat ingin seperti kalian, bisa duduk di bangku kuliah dan mengembangkan diri. Tetapi kami bukan berasal dari keluarga yang mampu, sehingga pendidikan saya hanya sampai di bangku SMA. Namun, keadaan itu tidak membuat saya menyerah untuk terus belajar dari kehidupan dan bekerja keras,” ungkapnya.
Menurut Sahrujani, latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Yang terpenting adalah memiliki tekad yang kuat, bekerja keras, disiplin, serta selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT.
“Tidak ada yang tidak mungkin selama kita memiliki niat yang baik, berusaha keras, disiplin, dan tentunya selalu berdoa kepada Sang Pemberi yaitu Tuhan yang maha kuasa, Insya Allah jalan menuju kesuksesan akan terbuka,” pesannya.
Dalam sesi dialog, salah satu finalis, Galuh Halisa, menanyakan tentang isu yang berkembang di masyarakat mengenai keberadaan Itik Alabio yang disebut-sebut mengalami penurunan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bupati H. Sahrujani menegaskan, bahwa keberadaan Itik Alabio hingga saat ini tetap menjadi kebanggaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan belum tergantikan sebagai identitas daerah.
“Itik Alabio itu tidak menurun. Di mana-mana orang tetap menyebutnya Itik Alabio. Itu sudah menjadi ikon dan kebanggaan Hulu Sungai Utara,” tegasnya.
Sahrujani mengungkapkan, dirinya juga selalu menyampaikan kepada pemerintah pusat bahwa Itik Alabio berasal dari Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, sehingga keberadaannya harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Saya juga sampaikan di kementerian bahwa Itik Alabio itu asalnya dari Kota Amuntai. Bahkan masyarakat Hulu Sungai Utara memiliki kemampuan yang luar biasa. Dari telur saja kita sudah bisa mengenali mana yang nantinya menjadi bibit jantan dan mana yang betina. Ini adalah keahlian yang tidak dimiliki semua daerah,” jelasnya.{[suf/mb03]}
