JAKARTA – Pelaksanaan Gerakan Pangan Mu­rah (GPM) terus diperluas sebagai in­strumen pengendalian inflasi pangan. Hingga awal Juli 2026, Badan Pangan Na­sional (Bapanas) bersama pemerintah daerah telah menggelar 5.566 kegiatan GPM di 36 provinsi dan 378 kabupaten/kota.

Pemerintah menargetkan intensitas program terus meningkat sepanjang Juli. Se­dikitnya 157 kegiatan GPM tambahan telah dijadwalkan untuk memperkuat stabilisasi harga pangan di berbagai daerah.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy me­ngatakan pemerintah telah memetakan ke­siapan cadangan pangan di setiap daerah se­hingga intervensi dapat dilakukan lebih ce­pat ketika terjadi gejolak harga. “Kami su­dah mapping di masing-masing provinsi, kabupaten, kota. Kalau terjadi gejolak harga, misalnya beras, langsung diintervensi oleh Bulog atau ID FOOD di daerah masing-masing,” ujarnya dalam keteranga tertulis, dikutip Kamis.

Pelaksanaan GPM ditopang stok Cada­ngan Beras Pemerintah (CBP) yang hingga 7 Juli 2026 mencapai 5,2 juta ton. Pe­me­rin­tah juga memanfaatkan jaringan sekitar 1.500 gudang Bulog yang tersebar di 514 ka­bupaten/kota untuk mempercepat dis­tri­busi pangan, termasuk di wilayah In­do­nesia Timur. Selain menjadi instrumen sta­bi­lisasi harga, GPM juga menjadi kanal utama penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Hingga 7 Juli 2026, realisasi penyaluran SPHP mencapai 431.000 ton atau 52,1% dari target tahun ini sebesar 828.000 ton, dengan sekitar 39,6% distribusi dilakukan me­lalui kegiatan GPM.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menilai intensitas pelaksanaan GPM berkorelasi dengan keampuan daerah me­ngendalikan inflasi. Sekretaris Jenderal Ke­mendagri Tomsi Tohir mengatakan provinsi yang aktif menggelar GPM umumnya mencatat inflasi lebih rendah dibandingkan daerah yang jarang melaksanakan program ter­sebut.

Berdasarkan data Bapanas, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan pe­lak­sanaan GPM terbanyak, yakni 892 kali sepanjang Januari hingga awal Juli 2026, di­susul Jawa Barat (726 kali), Jawa Timur (549 kali), dan Sulawesi Selatan (539 kali). Keempat provinsi tersebut juga mencatat in­flasi yang masih berada dalam kisaran sasaran pemerintah. bisn/mb06