BANJARBARU – Dalam rangka menghadapi kemungkinan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan pada musim kemarau tahun 2026 ini, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menyiagakan peralatan dan sumber daya manusia (SDM).

“Kita telah menyiapkan sarana dan peralatan untuk penanganan karhutla dan kekeringan akibat musim kemarau tahun 2026 ini,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, SSos di Banjarbaru, Kamis (9/7).

Menurut Madi (sapaan akrabnya) hasil pemantauan di lapangan ada dua daerah yang rawan dan kritis terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yakni Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

“Kami bersama satuan tugas (Satgas) Karhutla Kalsel terus melakukan pemantauan untuk daerah yang rawan karhutla, terutama yang termasuk ring 1 yakni kawasan Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru,” katanya.

Madi menyebutkan, peralatan yang disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla dan kekeringan di Kalsel antara lain mobil tangki air kapasitas 5.000 liter sebanyak tiga dan kini standby di Posko Siaga Karhutla.

Untuk mobil tangki, sebut Madi, akan dimanfaatkan juga untuk mensuplai air bersih kepada masyarakat yang kekurangan air bersih akibat kekeringan, mengingat kemarau tahun 2026 termasuk cukup panjang.

Selain itu, mobil RTU ada tiga buah, mesin pemadam kebakaran portible tiga buah dilengkapi selang 600 m, komper ada tiga, APD untuk satu regu, Drone satu unit, motor trail tiga unit,

motor komando dua unit, Mobil dapur umum dua unit dan mobil water treatmen satu unit, truk dua unit.

Sedangkan sumber daya manusia yang disiagakan, sebut Madi, ada sebanyak 35 orang anggota taruna siaga bencana (Tagana) yang trampil dan terlatih dalam penanganan bencana.

“Kita (Tagana, red) siaga 24 jam di posko, guna memantau perkembangan dan kondisi daerah-daerah yang rawan terjadinya karhutla, terutama di kawasan yang termasuk ring 1 yakni kawasan Bandara Syamsudin Noor,” katanya. ani