BANJARBARU – Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan selama semester I (Januari-Juni) 2026 kerugian akibat bencana sosial yang didominasi kebakaran pemukiman penduduk di Kalsel mencapai Rp35.138 miliar.
“Dari kerugian bencana sosial selama semester I 2026 itu, terbanyak dialami Kota Banjarmasin mencapai Rp9,575 miliar,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, di Banjarbaru, Rabu (8/7).
Selain itu, sebut Madi (sapaan akrabnya) kerugian yang cukup besar juga dialami Kabupaten Banjar sekitar Rp7,088 miliar dan Kabupaten Balangan sekitar Rp4,450 miliar serta Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tercatat Rp2,650 miliar.
Kemudian, Kota Banjarbaru sekitar Rp2,475 miliar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mencapai Rp2,4 miliar, Kabupaten Tabalong Rp1,935 miliar, Kabupaten Tapin Rp1,465 miliar dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mencapai Rp1,3 miliar.
Selanjutnya, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) sekitar Rp850 juta, Kabupaten Tanah Laut (Tala), sekitar Rp350 juta, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rp300 juta dan Kabupaten Kotabaru ditaksir mencapai Rp150 juta.
Ketika ditanya frekuensi kebakaran di Kalsel selama semester I tahun 2026, Madi menyebutkan tercatat 131 kali musibah kebakaran dan terbanyak di Kabupaten Banjar tercatat sebanyak 26 kali, termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Selain itu, Kota Banjarbaru 22 kali, termasuk Karhutla, Kota Banjarmasin 16 kali, Kabupaten Balangan 15 kali, Kabupaten HSS tercatat 11 kali, Kabupaten Tapin sebanyak 10 kali dan Kabupaten HST tercatat sembilan kali.
Selanjutnya, Kabupaten Tabalong tujuh kali, Kabupaten Batola dan Kabupaten Tala masing-masing empat kali, Kabupaten HSU dan Kabupaten Tanbu masing-masing tiga kali dan Kabupaten Kotabaru satu kali.
Akibat bencana sosial selama semester I tahun 2026 itu, sebut Madi, menyebabkan 236 kepala keluarga (KK) atau 723 jiwa kehilangan tempat tinggal dan satu orang meninggal dunia yakni dari Kabupaten Tapin dan satu orang luka-luka.
Selain itu, akibat bencana sosial tersebut menyebabkan 184 buah rumah penduduk mengalami kerusakan barat, 30 buah rumah rusak sedang dan 40 buah rusak ringan.
Dalam kesempatan itu, Madi mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Kalsel di lokasi rawan musibah kebakaran untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat dari April hingga Oktober terjadi kemarau ekstrem (godzilla el nino) melanda Kalsel. ani
