BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin berencana mengubah pola rehabilitasi ruang kelas sekolah dasar dari sebelumnya dilakukan secara parsial menjadi perbaikan menyeluruh. Kebijakan ini diambil agar proses renovasi lebih efektif dan merata.

Kepala Dinas Pendidikan ( Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama menjelaskan, perbaikan yang hanya dilakukan pada sebagian ruang kelas dinilai kurang optimal, karena membuat sekolah lain harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan giliran rehabilitasi.

“Karena itu kami mencoba mengubah polanya menjadi rehabilitasi total, bukan parsial. Kalau tetap parsial, sekolah lain kapan mendapat giliran,” ujar Ryan, Selasa (7/7)

Ia mengatakan, penentuan sekolah yang menjadi prioritas rehabilitasi tidak hanya didasarkan pada jumlah siswa. Pihaknya telah mendata dan menyusun skala prioritas dengan mempertimbangkan kondisi bangunan dan kebutuhan masing-masing sekolah.

“Masih banyak kalau untuk bangunan SD, karena rata-rata bangunannya masih kayu dan jendela kawat,” katanya.

Ditambahkan Kabid SD Disdik Banjarmasin, Faisal Rahmat Ideal, dari 208 sekolah dasar di Banjarmasin, sebanyak 54 bangunan harus menjadi perhatian pemerintah karena rusak berat. Sedangkan bangunan rusak sedang sebanyak 75 SD dan sisanya rusak ringan.

” Sebenarnya hampir semua sekolah ada kerusakan, namun ada bebebrapa yang sering dilanda banjir,” katanya.

Pihaknya pun mengakui dengan keterbatasan anggaran maka perbaikan dan renovasi sekolah dilakukan bertahap dan skala prioritas.

Diungkapnnya, untuk tahun ini dilakukan rehab lanjutan yakni SDN Pengambangan 8, SDN Kebun Bunga 2 dan SDN Kebun Bunga 4. Selain itu ada juga perbaikan lokal serta utility seperti peninggian papan lantai dan halaman sekolah. via