Jakarta – Sejumlah bintang berhasil mengamankan tempat di babak ketiga Wimbledon, termasuk petenis No.1 dunia Aryna Sabalenka, unggulan keempat Jessica Pegula, unggulan ketujuh Coco Gauff, hingga pemilik empat gelar Grand Slam yang menjadi ikon fesyen lapangan Naomi Osaka.
Unggulan teratas Sabalenka harus bangkit dari ketertinggalan 5-2 di set kedua dan menyelamatkan empat set point sebelum menaklukkan McCartney Kessler 6-1, 7-6(9) di babak kedua Wimbledon.
“Level permainan yang luar biasa di set kedua darinya. Dia benar-benar menguji saya hari ini, dan saya sangat senang bisa melewati ujian itu,” kata Sabalenka dikutip dari WTA, Kamis.
“Dia benar-benar tampil agresif. Rasanya apa pun keputusan yang dia buat, itu akan berhasil untuknya,” ujar dia menambahkan.
Ia selanjutnya akan menghadapi mantan juara Roland Garros, Jelena Ostapenko yang memberikan penampilan hampir tanpa cela untuk mengalahkan Antonia Ruzic 6-2, 6-0 hanya dalam 66 menit.
Skenario serupa juga terjadi pada Pegula. Petenis Amerika tersebut mengalami kesulitan di awal ketika tertinggal 6-2 di tiebreak set pertama melawan Sara Sorribes Tormo.
Namun, ia menyelamatkan empat set point dan merebut set pertama sebelum memenangi enam gim terakhir untuk menutup kemenangan 7-6(6), 6-1 dalam 1 jam 29 menit dan mencapai babak ketiga Wimbledon.
Ini adalah perjalanan pertama Pegula ke babak ketiga di All England Club sejak 2023, ketika ia melaju ke perempat final.
Ia juga meningkatkan rekornya menjadi 2-0 melawan Sorribes Tormo dalam pertandingan babak utama tur WTA, meskipun petenis Spanyol itu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
“Pertandingan berlangsung sengit. Saya merasa kami berdua melakukan pengembalian bola dengan sangat baik,” kata Pegula.
“Kemudian jujur ??saja, sedikit keberuntungan di akhir untuk lolos dari set pertama. Dan kemudian, ya, saya mampu bermain jauh lebih baik di set kedua.”
Sementara itu, Gauff harus menjalani pertandingan tiga set yang sangat kompetitif saat berhadapan dengan Solana Sierra dalam pertemuan ketiga mereka pada babak kedua Wimbledon.
Petenis peringkat tujuh dunia Gauff itu tertinggal 5-3 di set penentu dan menghadapi defisit 7-4 di tiebreak pertandingan sebelum mencetak enam poin beruntun untuk lolos dengan kemenangan 6-3, 3-6, 7-6(7) dalam waktu 2 jam 8 menit.
“Saya hanya mengingatkan diri sendiri, dan pelatih saya selalu mengatakan kepada saya, ‘Ingat siapa dirimu’,” kata juara Grand Slam dua kali itu.
Berbeda dari Sabalenka, Pegula, dan Gauff yang harus bersusah payah untuk mencapai babak ketiga Wimbledon, Osaka justru meraih kemenangan babak kedua dengan nyaman.
Mantan petenis nomor 1 dunia itu kembali ke babak ketiga dengan kemenangan telak dua set atas petenis kualifikasi peringkat 225 Anastasia Gasanova.
Petenis Jepang berusia 28 tahun itu memulai dengan gemilang, hanya kehilangan dua poin saat ia melaju menuju kemenangan. Unggul 3-0, Osaka mempertahankan keunggulan itu sepanjang set pertama dan memenanginya dengan skor 6-3.
Di set kedua, Osaka mematahkan servis lawan di gim kelima untuk unggul 3-2, dan menyelesaikan kemenangan 6-3, 6-2 dalam waktu 1 jam 7 menit tanpa menghadapi satu pun break point.
“Entah kenapa, saya merasa jauh lebih gugup daripada di babak pertama. Itu agak aneh. Saya rasa, tentu saja saya memiliki tujuan yang ingin saya capai di turnamen ini. Hanya saja, bermain melawan seseorang yang belum pernah saya lawan sebelumnya, itu adalah sesuatu yang baru,” ujar Osaka. ant
