BANJARMASIN – Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda memberi tantangan kepada para pemuda untuk berinovasi dalam permasalahan pengelolaan sampah. “Pemuda di Kota Banjarmasin kami tantang untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang sedang kita hadapi bersama, yaitu masalah sampah. Jangan hanya menyampaikan kritik, tetapi juga ikut memberikan solusi,” ujar Hj Ananda di hadapan sejumlah pemuda dalam kegiatan pelatihan Redesain Ekocreative yang bertema; “Melalui Kretivitas Digital Inovasi Digital, Pemuda Kawa Melestarikan Lingkungan, di Banjarmasin, Kamis (2/7).
Diketahui bahwa Kota Banjarmasin mengalami darurat sampah sejak Februari 2025. Ini, setelah TPA Basirih ditutup, sehingga tumpukan sampah ada dimana-mana.
Bagi Ananda, para pemuda tidak hanya diminta mengkritik persoalan sampah, tetapi juga didorong menjadi bagian dari solusi. “Sebagai bagian dari masyarakat Kota Banjarmasin, para pemuda diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah,” katanya.
Menurutnya, berbagai ide dan inovasi dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan kreatif yang dapat diterapkan bersama pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi serta mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Sementara, Kabid Pemuda Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi mengatakan, kegiatan ini merangkul 100 pemuda pilihan agar dapat berperan aktif bersama pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
“Fokus pelatihan diarahkan pada pengelolaan sampah agar tidak lagi dipandang sebagai limbah yang tidak bernilai, melainkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dihadirkan pula Keynote Speaker, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri. Ia mendorong para pemuda berani memulai dan berani mencoba dalam inovasi pembangunan.
Menurut Rikval, dari limbah sampah ini akan terbuka peluang-peluang usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan. “Kami mendorong pemuda kita jangan takut untuk mencoba hal baru, karena hal ini menjadi utama keluar dari zona nyaman dan membuka potensi diri,” jelasnya. via
