Mata Banua Online
Kamis, Mei 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Banjir Lumpuhkan Akses Delapan Desa Di Piani Tapin

by Mata Banua
12 Mei 2026
in Lintas
0

 

TERENDAM AIR-Kondisi ruas jalan nasional penghubung Kecamatan Lokpaikat menuju Kecamatan Piani yang terendam banjir di Rantau, Kabupaten Tapin. (foto:mb/ant)

RANTAU-Banjir kembali merendam ruas jalan nasional penghubung Kecamatan Lokpaikat menuju Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga aktivitas warga di delapan desa sempat lumpuh.

Berita Lainnya

DKP3 Tabalong gandeng ULM kembangkan budidaya cabai tiung Tanjung

DKP3 Tabalong gandeng ULM kembangkan budidaya cabai tiung Tanjung

11 Mei 2026
PPIH perketat pemeriksaan barang bawaan JCH asal HSU

PPIH perketat pemeriksaan barang bawaan JCH asal HSU

10 Mei 2026

Genangan terjadi di kawasan Desa Bitahan Baru setelah hujan deras mengguyur wilayah Tapin sejak pukul 10.00 Wita hingga sekitar pukul 12.00 Wita, air meluap hingga menutup badan jalan membuat pengendara roda dua maupun mobil minibus memilih berhenti karena khawatir kendaraan mogok.

Ketua Komisi I DPRD Tapin Rustam Nawawi mengatakan, proses evakuasi darurat dilakukan menggunakan dua armada milik perusahaan tambang sejak pukul 14.00 Wita hingga jalan dirasa sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

“Ini sifatnya penanganan sementara saja agar warga bisa tetap melintas dengan aman,” ujar Rustam di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.

Akibat banjir tersebut, kata dia, mobilitas masyarakat dari Kecamatan Piani menuju Kota Rantau maupun sebaliknya terganggu. “Sejumlah warga bahkan terpaksa menunggu air surut di pinggir jalan karena tidak berani melintas,” ucapnya.

Rustam menyebutkan, banjir di ruas jalan tersebut terus berulang setiap kali hujan deras turun.

Menurut dia, kondisi diperparah setelah akses jalan alternatif yang sebelumnya digunakan warga ditutup dan belum diganti dengan infrastruktur yang memadai.”Yang paling terdampak masyarakat delapan desa di Kecamatan Piani karena akses mereka terganggu setiap hujan deras,” katanya.

Rustam berharap, perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan itu bertanggung jawab terhadap dampak yang dirasakan masyarakat, termasuk membuka kembali akses alternatif serta membangun jembatan dengan elevasi lebih tinggi agar jalur utama tidak terendam saat debit air meningkat.

“Warga berharap pemerintah daerah bersama perusahaan tambang segera mengambil langkah permanen karena jalur penghubung menuju Kecamatan Piani kerap lumpuh setiap hujan deras melanda Tapin,” tambahnya.{{an/mb03}}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper