Mata Banua Online
Kamis, April 16, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

PPRSAR Mulia Satria Didik Keterampila Ratusan Remaja Putus Sekolah

by Mata Banua
15 April 2026
in Banjarbaru, Indonesiana
0
Kepala Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Banjarbaru, Sacik Kartikowati. (foto:mb/ist)

BANJARBARU – Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Banjarbaru, kini mendidik dan melatih keterampilan ratusan anak putus sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu dari segi ekonomi.

“Kita saat ini memberikan keteramilan kepada anak dan remaja yang putus sekolah dengan harapan mereka akan mampu mandiri,” kata Kepala Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Banjarbaru, Sacik Kartikowati, Rabu (15/4).

Berita Lainnya

Wagub Kalsel Hadiri Halal bi halal Anggota DPRD

Wagub Kalsel Hadiri Halal bi halal Anggota DPRD

15 April 2026
Supian HK Siap Implementasikan Ilmu ke Daerah

Supian HK Siap Implementasikan Ilmu ke Daerah

15 April 2026

Menurut Sacik, untuk tahun 2026 ini jumlah remaja yang mengikuti pelatihan dan keterampilan sebanyak 170 orang sesuai dengan pilihan mereka masing-masing, seperti menjahit, otomotif, barista.

“Dari 170 remaja yang dididik di panti ini, sekitar 50 persen mengikuti magang yakni belajar dan bekerja sesuai dengan keterampilan masing-masing dan setelah itu mereka kembali ke panti,” katanya.

Sementara itu, anak yang mengikuti keterampilan di panti perlindungan dan rehabilitasi tahun 2026 ini sebanyak 100 orang sehingga keseluruhan jumlah peserta didik di panti sebanyak 270 orang.

Setelah mengikuti pendidikan dasar dan praktek keterampilan sesuai pilihan masing-masing selama enam bulan mereka akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing pada 13 kabupaten dan kota se-Kalsel.

Karena peserta yang mengikuti pendidikan dan keterampilan di panti ini, sebut Sacik, merupakan remaja dan anak rujukan dari 13 kabupaten dan kota dan kreteria keluarga kurang mampu, putus sekolah bersedia dalam panti.

Ketika ditanya keberhasilan anak dan remaja yang telah mengikuti keterampilan di panti, Sacik menyebutka dari hasil monitoring di daerah sekitar 80 persen telah mandiri dan bekerja sesuai keahliannya. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper